꧁KISAH MENYERTAI KEPERGIAN FOUNDER NEVERLAND꧂
Di dalam kisah ini 44n berperan sebagai Yuna,
dengan nama asli ketiga saudaranya yang disamarkan. Tokoh lainnya tidak
disamarkan kecuali Gold dan Greenland yang merupakan Neverland.
༺ 31 Maret 2018 ༻
Dalam dunia mimpi,
Yuna melakukan perjalanan yang tidak bisa dia
ingat sama sekali, memang sudah beberapa malam ini dia ke tempat dimana ada
perkumpulan yang tidak bisa dijelaskan karena terlalu rumit, yang jelas dia
dibawa oleh para guardinal Greenland untuk terus dibina dan dilatih, diemban
dan diasuh untuk menjalani hidup dengan harmoni. Setelah itu, setiap Yuna
pulang dari istana besar kerajaan Greenland, dia akan diantarkan ke Kediri
versi dunia pararel untuk menemui ayahnya terlebih dahulu yang sedang sakit.
Ayah Yuna lah guru spiritual Yuna dan
mengarahkan Yuna selama ini sejak Yuna balita, hingga dewasa sekarang. Mulai
dari mengajarkan cara membaca al-Qur’an hingga caranya Sholat. Ilmu dari ayah
Yuna lah yang justru Yuna ingat disaat Yuna sudah meninggalkan pondok pesantren
dan jauh merantau, itu karena ilmunya ringan dan mendasar. Entah bagaimana,
dulu Yuna tergolong sebagai anak yang bebal, badung dan ceroboh, susah mencerna
pelajaran dan gemar mengabaikan peraturan. Namun semenjak Yuna merantau jauh
dari orang tua, itu membuat Yuna sadar bahwa kebahagiaan bukanlah uang atau
pangkat terhormat yang dia pegang, Yuna mencari ketenangan hati agar dia bisa
bahagia, dan sejak itu pula Yuna menjadi mendekatkan diri kepada Tuhan dan
menjadi mualaf (beriman setelah menjadi agnostik).
Ada kisah ayah Yuna yang dia ingat, kisah itu
adalah ilmu yang sampai kini kebenarannya nyata dirasakan olehnya, walau dia
hidup tidak di zaman terjadinya dulu. Yaitu ilmu tentang segala cikal bakal apa
yang akan terjadi itu adalah akibat dari niat kita saat hendak memulai segala
sesuatu.
Ayah Yuna bukanlah anak kyai maksum, juga
bukan anak pejabat, bukan anak orang kaya, apalagi bagian dari keluarga sebuah
kerajaan. Ayahnya adalah anak yang sejak kecil tidak tahu dimana sang kakek
Marto Sentono berada, tidak pernah pulang bahkan mukanya sendiri tidak pernah
tahu. Dia lahir pada 9 November 1952 oleh sang ibu bernama Misringah yang juga
meninggal dunia saat ayah Yuna masih balita. Ayah Yuna dibesarkan oleh neneknya
di desa Kayen Kidul dusun Jegles, Kediri - Jatim, kemudian diasuh oleh bibinya
karena neneknya sudah meninggal dunia. Ayah Yuna, adalah anak nomor empat.
Dengan kakak kandung perempuan bernama Tho'ah, kemudian dua abang bernama
gus Farhan dan gus Pardi sebagai saudara kandung, dan gus Napsiyan sebagai
saudara tirinya.
Keseharian ayah Yuna adalah mengais ketela
dan kayu di hutan dan ladang-ladang, rumah bibinya juga hanyalah gubuk terbuat
dari bambu anyam.
Dewasanya di usia 40 tahun, ayah Yuna
ditinggal oleh kakak sulungnya ke rahmatullah, disusul oleh gus Farhan kemudian
gus Pardi lalu gus Napsiyan barulah ayah Yuna pada tanggal 23 Juni 2018.
Ayah Yuna saat masih remaja sering mencari
ketela untuk dibawa pulang, untuk dimasak bersama bibinya. Hingga suatu
hari..
Saat ayah Yuna berjalan dalam kondisi lapar
karena belum makan dari kemarinnya sebelum tidur, dia mencari ketela dan
memakannya mentah-mentah sambil beristirahat di sebuah kebun yang luas sambil
memandangi persawahan, karena memang tempat tinggalnya di desa kecil jauh dari
kota. Saat dia menikmati terik matahari dengan tiupan angin yang semilir, dari
kejauhan datanglah seorang kakek asing. Meskipun kakek itu orang asing bagi
ayah Yuna, ayah Yuna menyapanya dan mempersilahkan kakek itu duduk bersamanya.
Kakek-kakek itu ditawarinya buah ketela, dan mereka memakan ketela itu bersama.
Ditengah obrolan mereka yang senggang
kemudian kakek itu berpesan, “Nak, kalau kamu sudah besar, carilah golongan
Islam sejati yang lurus ke Allah…” Sambil menepuk bahu ayah Yuna kakek itu
bangkit dan berlalu, dan ayah Yuna belum bisa menalar ucapan kakek itu sehingga
hanya mengiyakan.
Sesampainya di rumah, ayah Yuna terpikir
ucapan kakek itu. Jika dipikir-pikir, ayah Yuna sudah cukup matang waktu itu,
sudah cukup baligh untuk menuntut ilmu, karena itu dengan mantap hati keesokan
harinya ayah Yuna berpamitan kepada bibinya, dia meminta izin untuk merantau
mencari ilmu. Ayah Yuna dengan berjalan kaki kemudian berkelana, mencari
sebenarnya seperti apa itu aliran islam yang sejati, bukan sekedar islam, tapi
golongan orang yang bisa sholat dan melakukan ucapan yang mereka katakan saat
sholat setelah mereka melakukan sholat.
Terus dicarinya pondok pesantren yang
mengajarkan itu, namun dia tidak menemukannya. Sampai dari Kediri ke Jombang,
dia menemukan sebuah pesantren Darul Ulum (Rejoso) yang
dirintis oleh KH. Tamim Irsyad pada tahun 1885 di desa Rejoso, kecamatan
Peterongan, Jombang yang saat itu dipimpin oleh kyai bernama syaikh Mustain Romly selaku
mursyid jemaah Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah yang berpusat di Rejoso.
Ayah Yuna melamar bekerja di ponpes itu supaya bisa tinggal di ponpes itu,
kemudian sang kyai menerimanya dan menjadikannya sebagai pengembala lembu milik
kyai hingga banyak memiliki teman santri. Ayah Yuna senang jika mendengarkan
ada ceramah-ceramah oleh kyai pengurus ponpes, sesekali dia duduk di kejauhan
sambil menyimak. Lalu suatu hari sang kyai menawarinya untuk ikut
mengaji, dan dia pun dibaiat menjadi santri dibawah tuntunannya dan bimbingan
KH. A. Rifa'i Romly, adalah putra pertama KH. Romly Tamim dari Ibu Ny.
Chodijah, Suwaru Mojoagung. Dari sanalah, cita-cita terbesar seumur hidup yang
hingga kini dia pegang, yaitu ingin menjadi anak yang sholeh karena
dia terus memikirkan kedua orang tuanya yang belum pernah dia lihat selama ini,
terus yang terngia di kepalanya karena sayang kepada keduanya.
Hingga setelah hataman kitab, dan dia lulus
kemudian dilepaskan dari ponpes, dia memutuskan untuk mencari jodoh agar dia
melakukan sunnah rosul untuk menikah, agar ibadahnya sempurna. Maka
berkelanalah kembali dia ke kampung halaman dengan tanpa kendaraan, hingga
suatu hari, saat ayah Yuna beristirahat di perjalanan pulang, ia bertemu dengan
seseorang tua asing lainnya. Dia mengatakan kepada ayah Yuna bahwa jodoh ayah
Yuna ada di desa yang arahnya ke selatan dari tempat ayah Yuna saat itu
berdiri, namun orang itu mengatakan bahwa kelak anaknya akan ada yang diangkat
oleh Allah, satu anak saja dan dia tidak boleh kecewa karena itu. Dan
terjadilah hal yang tidak diduganya, sepulang dari pondok pesantren dia diasuh
oleh pamannya yang bernama Ismuri, pamannya pindah rumah ke desa yang mengarah
ke selatan. Maka ayah Yuna turut pergi ke selatan mengikuti pamannya. Dia
kemudian bertemu dengan kakeknya Yuna bernama Suyono Wagirin, kakek Yuna
menawarkan ayah Yuna untuk menikahi puteri sulungnya bernama Sumarsi. Maka
dijodohkanlah mereka dan menikah secara hukum yang sah. Dan yang benar saja,
abang Yuna yang merupakan anak nomor dua dari orang tua Yuna, diambil ke
rahmatullah saat usianya masih sekitar 8 menginjak 9 tahun.Dan dalam
kejadian itu sebenarnya ayah Yuna sedang sakit Rohani yang sangat parah karena
efek dari sebuah pengalaman.
Pengalaman itu adalah,
Suatu hari setelah beberapa waktu Luna sang
kakak sulung Yuna dan adiknya almarhum Lotus-abang Yuna, tumbuh menjadi
anak-anak SD yang manis.. ayah Yuna bertemu dengan temannya, temannya ini
mengatakan bahwa kedua orang tua ayah Yuna belum tenang di alam kubur dan dia
ingin membantu ayah Yuna.
Namun ayah Yuna tidak percaya dengan itu
semua, meskipun temannya ini sangat sakti mandraguna saat itu. Teman ayah Yuna
ini pun akhirnya mengajak Ayah Yuna, dia dibawa temannya ke perguruan suatu kelompok kejawen untuk menemui guru teman ayah Yuna itu, karena teman ayah Yuna ingin membuktikan
bahwa apa yang dia lihat mengenai kehidupan kubur orangtua Yuna itu benar.
(Kini teman ayah Yuna berperan menjadi adipati kerajaan Jogjakarta (2017)
Setibanya di rumah sang guru di sebuah
padepokan, sang guru itu menanyakan niat ayah Yuna yang hendak berguru, ayah
Yuna menjawab :”Saya ingin menjadi anak yang sholeh”, guru itu berdiri dan
murka: “Disini tidak ada anak Sholeh adanya anak Saleh!! Pergi kamu dari
sini!!.”. Dan akhirnya ayah Yuna pulang.
Sejak itu ayah Yuna bingung, apa benar kedua
orang tuanya itu masih tidak tenang. Dia teringat kepada petuah gurunya yaitu
syaikh Rifai Romly, bahwa jika seseorang berungguh-sungguh menginginkan
sesuatu,maka harus bersedia lapar, duduk tekun dan mengingat kepada
penciptanya. Maka Ayah Yuna kemudian melakukan nazar kepada Allah dengan
melakukan puasa namun hanya berbuka seteguk air jika waktunya dan berzikir
tiada henti setelah sholat, duduk bersila tekun tanpa meninggalkan tempat
sholat sedikitpun, dia menata hati dan pikiran karena sungguh ingin melakukan
suatu hal yang terbaik bagi kedua orang tuanya dan cita-citanya menjadi anak
yang sholeh yang sukses membahagiakan kedua orang tuanya di alam kubur, dan dia
lakukan sampai hampir lebih dari empat minggu, awalnya dia akan terus
melakukannya sampai Allah menyetujui permintaannya, dia meminta kemurahan dari
Allah agar dia diijinkan melihat kondisi kedua orang tuanya di alam kubur. Dan
hal itu dikabulkan oleh Allah.
Sukma ayah Yuna dibawa oleh seseorang ke sebuah
dimensi, alam kehidupan di alam kubur, yang pemandangannya sungguh berbeda
dengan kondisi alam di dunia nyata. Bahkan jikalau ada sebuah film yang
menggambarkannya di bioskop, sungguh kondisinya tidak sama walau pun sedikit
persen. Alam yang luar biasa membuat seluruh jiwa berkeringat dan tidak bisa
berpaling dari ikrar janji akan memperbaiki diri. Bahwa ternyata kehidupan
banyak orang di alam kubur itu lebih banyak susahnya dibanding enaknya. Setiap
orang menantikan pertolongan dari anak-anak yang sholeh yang akan mendoakan
mereka supaya bisa diberikan kemurahan saat masih di alam kubur.
Namun rasanya bertemu kedua orang tuanya tadi
di dimensi itu ternyata belum bisa membuat nuraninya tenang, saat itu dia
terpikir menghawatirkan nasib anak-anak dan cucunya, karena dia sudah diberi
tahu bagaimana susahnya hidup di alam kubur itu, dan itu membuat dia ditegur
oleh Allah dengan diberikan sakit yang tidak bisa sembuh jika tidak Allah yang
menyembuhkannya, itu adalah sakit Rohani, karena ayah Yuna terlalu memikirkan
banyak orang yang kini dia sayangi.
Sakit itu mungkin secara medis disebut
sebagai Anxiety, dan bahkan mempengaruhi 50% dari kesadaran akal sehatnya waktu
itu. Ayah Yuna menjadi linglung dan stress, suka mendalang sendiri di rumah,
bicara sendiri, tertawa sendiri. Sampai suatu hari Lotus pulang dari tempat dia
bermain. Namun Lotus tidak memberi tahu bahwa dia tadi jatuh di kebun milik
tetangganya, kebun itu angker dan banyak jin fasiknya. Semenjak pulang dari
bermain itu Lotus sering mengalami sakit-sakitan. Bahkan segala obat tidak bisa
menyembuhkan, demamnya semakin tinggi. Seluruh warga desa keheranan kenapa bisa
Lotus menjadi seperti itu. Saat ini, ayah Yuna bisa digolongkan sebagai mantu
orang terkaya di desa, karena mertuanya blantik sepeda motor gedhe dan warisan
dari kakek buyut Yuna bernama Umar Ali (kakeknya ibu Yuna) memiliki tanah yang
luas. Dan gaya ayah Yuna kini selalu perlente, nemun mendadak menjadi stress
seperti ini, ditambah kini anak ragilnya sakit namun tidak dibawa ke rumah sakit.
Seluruh warga desa mulai mencibir keluarga Yuna.
Hingga imannya Ayah Yuna dan keluarganya pun
saat itu akhirnya diuji,
dalam kondisi ayah Yuna menderita sakit
rohani dan hampir gila 100%, ayah Yuna tiba-tiba bisa merasakan kesadaran walau
sedikit sekali. Dia mendekati anak laki-lakinya yang taat melakukan sholat
jumat itu, disampingnya Lotus yang tengah berbaring diatas ranjang sambil
merintih lemah. Ayah Yuna duduk melihati anak yang sedang sakaratul maut itu.
“Pak….” Lotus lirih.
“Ya….” Ayah Yuna melihati muka Lotus yang
lemas, dia masih ingat siapa itu Lotus.
“Pak…. satu ya,pak..?......”Lotus, bersuara
lirih.
“Satu?....Iya, nak.. satu..” Ayah Yuna
menjawab dengan kondisi setengah hilang akal.
“Satu…..
satu…….
satu……… satu…….. Satu… satu..satu.. satu..
Satu… satu..satu.. satu….” Lotus terus saja mengatakan Satu tanpa
henti tanpa lelah dan cukup lama sekali dia mengatakan itu.
Lama-kelamaan Lotus menunjukkan jari telunjuk
kanannya yang mengacung sambil terus mengatakan, “Satu satu satu satu satu…”,
hingga kemudian ..
“Allah……
Allah…….
Allah… ….
Allah………Allah…Allah… Allah…Allah…Allah…..”
Dan Lotus berganti mengatakan kata Allah yang dia terus
ucapkan tanpa lelah meski dalam kondisi sangat lemah, kemudian dia terlelap,
tiada bergerak, tiada hembusan nafas. Dan tiada lagi atmosfer kehidupan terasa
di ruangan itu oleh ayah Yuna.
Dalam kondisi setengah hilang kesadaran, ayah
Yuna melihati itu dan berpikir.
Kesadarannya berangsur menjadi pulih dan dia
terperanggah dengan segala kejadian yang baru saja dia lewati bersama Lotus.
Bahkan dia tidak terpikir bahwa Lotus sudah pergi selamanya.
“Ini kah puncak apa yang harus aku pelajari
nanti, dan aku harus bisa membina anak-anakku..
Karena manusia sungguh saat sakaratul maut
akan diperebutkan oleh setan dan malaikat..”Dengan menitikkan airmata, dia
selimuti anak laki-laki itu. Hatinya gemetaran, dan jantungnya menggebu tidak
karuan.Ada perih menusuk kedalam relung rongga dada dan kepalanya.
Semuanya dipenuhi dengan pikiran yang seolah
mengitari jagat angan-angan ayah Yuna.Namun apapun kondisinya sekarang, nasi
sudah menjadi bubur. Kepergian Lotus di saat terakhir adalah sebuah momen yang
seumur hidup tidak akan pernah bisa dilewatkan ingatan ayah Yuna.
Beberapa lama setelah Lotus dikuburkan, ayah
Yuna kemudian tergerak hati untuk memperbanyak motivasi diri, ingin mengobati
penyakitnya. Walau kini kesadarannya itu sudah sedikitnya pulih dan kembali.
Namun ada bayang-bayang yang terus menghantui ayah Yuna. Bukanlah sakit jiwa
sekedar Anxiety yang menjadikannya stress, namun sakit rohani yang haus akan
suatu yang bisa membuat keinginannya bisa dia ihlaskan dan membuat dia tenang.
Dan rohaninya masih terus saja tidak bisa merasakan lepas dari ketakutan
terbesarnya, yaitu celaka dan mencelakai keluarganya hingga menderitakan banyak
orang di alam kubur kelak tanpa bisa berbuat apa-apa. Itu terus membayangi
pikiran dan hati ayah Yuna, bukan obat terapi jiwa saja yang diperlukan tapi
juga terapi rohani komunikasi dengan sang pencipta. Namun bahkan ayah Yuna saat
itu tidak bisa memaksimalkan itu semua.
Suatu hari, anak mertuanya bernama Maksum
mengajaknya untuk berobat ke rumah seorang yang paling sakti mandraguna dan terkenal
sampai kerajaan Jogja yang tinggal di desanya, agak jauh dari rumahnya, bernama
mbah Agus. Namun sesampainya disana mbah Agus tidak mau menolong karena merasa
tidak akan mampu. Beberapa hari kemudian ayah Yuna mencoba ke kediaman mbah
Agus itu lagi dengan mengajak ibunya Yuna. Dengan bermodal sepeda onta tua, ibu
Yuna membonceng ayah Yuna dan ayah Yuna membantu ibu Yuna mengayuh dari
belakang menuju ke rumah seseorang yang amat sakti dan terkenal itu.
“Masa sich mbah ngga mau membantu cucu mbah
sendiri..” Ibu Yuna, setelah sampai dirumah mbah Agus dan setelah mengobrol
basa-basi perihal alasan kedatangan mereka bertamu ke rumah si mbah.
“Bukannya begitu, masa saya mau kualat
gara-gara menyembuhkan suamimu..” Jawab mbah Agus.
“Kualat?..” Ibu Yuna bingung.
Alhasil tidak ada ujungnya obrolan dari mbah
kondang yang merupakan selir ratu laut kidul dan sudah memiliki dua anak hasil
perkawinannya dengan ratu itu, membuat ayah dan ibu Yuna pulang.
Suatu hari,
Ayah Yuna berobat ke seorang KH. Dimyati Hasbulloh Selopuro Blitar,
Kiai yang Bashiroh, dia berangkat bersama sahabatnya bernama Paryono, Ayah Yuna
berangkat mulai dari pagi dan sampai disana jam 11 siang, kemudian mereka
sholat dhuhur di masjid pondok pesantren mbah yai Dimyati. Setelah sholat
dhuhur, ayah Yuna dan pak Paryono masuk ke rumah mbah kyai Dimyati untuk
membicarakan tujuan mereka bertamu.
“Menawi tombone injing-injing dugine, kedah
nginep mawon, tebih-tebih saking Kediri, perkoro mangan ga usah mikir, nek kene
panganan ana akeh… (Mungkin saja obat anda akan tiba pagi-pagi nanti, menginap
saja, jauh-jauh dari Kediri, masalah makanan tidak usah dipikirkan, disini ada
banyak makanan)” kata mbah kyai Dimyati menjawab cerita dari ayah Yuna yang
baru bertamu dengan niat baik ingin berobat kepada mbah kyai yang memiliki
pondok pesantren di Blitar itu.
Setelah itu mbah kyai memanggil santrinya,
memerintahkan mereka untuk menggali lubang kuburan di belakang masjid ponpes.
Ayah Yuna dan pak Paryono itu pun turut membantu proses penggaliannya karena
dimintai oleh mbah kyai tanpa tahu apa maksud penggalian itu, kuburan untuk
siapakah itu, mbah kyai tidak memberitahu siapapun saat itu.
Dan kemudian mbah kyai memerintahkan
santrinya untuk membaca surat Yasin di dekat lubang kuburan itu, lalu mbah kyai
berangkat mandi. Kemudian setelah mandi dan berbusana, mbah kyai masuk ke dalam
lubang lahat itu dan merebahkan diri di dalamnya, para santri tidak berani bertanya
dan terus mengajikan al Yasin.
Bahkan setelah sholat magrib berjamaah
bersama mbah kyai sebagai imam di masjid, pengajian masih disambung. Sampai
setelah sholat isya berjamaah di masjid pun, di area lubang lahat itu dilakukan
khataman al Qur’an, ayah Yuna dan pak Paryono duduk mengaji di samping lubang
kuburan yang sudah digali tadi juga.
Maka sampailah pengajian di subuh pagi dan
diistirahatkan dengan sholat subuh berjamaah. Hingga sampailah saat kemudian
pada waktu mbah kyai akan melakukan sholat dhuha, mbah kyai memanggil
istrinya. Mbah kyai itu berpesan kepada istrinya supaya tamu yang datang
dari Kediri nanti dipersilahkan masuk kedalam rumahnya setelah beliau sholat
dhuha.
Sang istri yang mengetahui suaminya
sudah selesai sholat dhuha itu kemudian memanggil ayah Yuna dan pak Paryono itu
untuk masuk ke dalam rumah mbah kyai Dimyati. Betapa herannya dua pria dari
Kediri itu ketika melihat mbah kyai pemilik ponpes itu sudah bersendakep kedua
tangan dan memujurkan badan ke utara.
“Lho mbah, saya kesini mau berobat bukan
melayat..”Ayah Yuna keheranan.
“La piye wah panggilanku wis teko (Jadi
gimana panggilan saya sudah datang)” Mbah kyai Dimyati sambil mempersiapkan
diri menyambut jemputan malaikat maut kepadanya.
Singkat kata, prosesi sakarat al maut mbah
kyai dikawal banyak doa dari para santri dan keluarga beliau beserta ayah Yuna
dan pak Paryono.
Akhirnya ayah Yuna dan pak Paryono itu
menghadiri prosesi penanaman jenazah sang waliyullah bashiroh berilmu laduni
tersebut itu hingga selesai pengajiannya setelah ashar bersama segenap santri
di ponpes beliau pada waktu itu tahun 1988.
Di beberapa waktu lama selanjutnya ayah Yuna
berobat ke seorang syaikh bernama Shodiq Yasir pengasuh
Ponpes Salafiyah Kapu, Dusun Kapurejo, Desa/Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.
Beliau ini sangat kondang dengan karomahnya, beliau bahkan diriwayatkan
mengimami sholat subuh di Mekah meskipun keberadaan beliau selalu di tempat
kediamannya di Kediri. Namun justru mbah Shodiq meminta maaf dengan lembut
bahwa beliau tidak bisa mengobati penyakit milik ayah Yuna dengan paras
ketakutan kepada seseorang yang seolah bisa terlihat di belakang ayah Yuna oleh
mbah kyai Shodiq, entah itu siapa, mbah kyai tidak memberitahukan, sejenak
setelah beliau melihat wajah ayah Yuna, beliau langsung menunduk seperti
melihat seorang yang berusia lebih tua darinya.
Ayah Yuna yang sudah mulai kehilangan ide
lagi untuk bisa berobat itu akhirnya mengheningkan diri dan memikirkan siapa
sebenarnya yang mengawasi penyakit ayah Yuna itu. Maka sampailah pada proses
dimana ayah Yuna mendapati hidayah dari Allah, bahwa hanyalah Allah yang
meridloi dan dirinya yang berusaha meminta ridlo Allah, untuk bisa mengobati
sakit itu. Sakit rohani bukan sakit wadaq (fisik), itu sangat susah diobati
karena bukan akibat ulah ilmu hitam tapi karena angan-angan ayah Yuna sendiri
yang terlalu menggebu akan kejujuran, bagaimana cara membahagiakan kedua
orangtuanya yang sudah tiada, bagaimana bisa menjaga generasinya supaya tidak sampai
sengsara di alam kubur yang dasyat susahnya. Dan hanya Allah yang bisa
menyembuhkannya, maka wajar jika bahkan ulama yang ihlas ingin membantunya
justru sampai menemukan jalan buntu bahkan ayah Yuna ditunjukkan bahwa hidup
itu harus siap mati dan kembali kepada Allah saja, tidak ada yang bisa menolong
selain Allah sekalipun waliyullah.
Ayah Yuna pun kemudian diberitahu lewat
mimpi, bahwa dia ditemui sosok yang tidak bisa dia simpulkan keadaannya, sosok
itu menyarankannya untuk membaca shalawat. Maka ayah Yuna memperbanyak sholawat. Kemudian berangsur-angsur sakit rohaninya berkurang. Dia akhirnya mulai kembali termotivasi untuk bangkit dari keterpurukan dan memutuskan untuk meminta anak lagi kepada Allah. Lalu Yuna pun lahir beberapa
tahun kemudian, jarak usia Luna dengan Yuna adalah 11 tahun. Kemudian lahirlah
anak laki-laki yang diidamkan yaitu Yuta, dengan jarak 5 tahun dari kelahiran
Yuna. Sampai sekarang (2015), kadang penyakit rohani ayah Yuna bisa kumat,
namun dampaknya ke fisik bukan ke pada jiwa lagi. Untuk itu sangat susah jika
dia ditinggalkan seorang diri di rumah. Apalagi sekarang, ibu Yuna dan Yuna di
Medan bersama Luna, hanya ada Yuta di rumah yang menjaga ayah Yuna. Tentulah
kondisi ini membuat Yuna prihatin jika Yuna bermimpi bisa jumpa dengan ayahnya,
namun saat bangun tidur, ayahnya tidak ada di dekatnya.
Dari kisah yang diceritakan ayah Yuna itu,
sejak mendengarnya itu membuat Yuna sangat berhati-hati terhadap pengetahuan
ilmu ghaib, dia tidak berani melakukan apapun dengan sengaja memaksakan
kehendaknya sendiri kecuali jika terdesak. Karena tanggung jawab dan akibatnya
yang besar. Semua ketakutan akan apa di masa depan harus diserahkan pasrah kepada Allah. Meminta syafaat doa kepada kedua orang tua, para kekasih Allah dan para utusan Allah. Manusia tidak bisa memikirkan segala hal sendirian, kondisi jiwa sudah haruslah tenang. Menghadap! lurus ke depan, menuju siratal mustaqim. Bergantung kepada Allah layaknya anak bergantung kepada ibu setelah lahir. Karena sesungguhnya Allah memelihara setiap keputusanNya kepada mahluk-mahluk yang berusaha berbuat kesholehan.
Seseorang yang mengaku bisa melihat alam
kubur pastilah akan mengalami efek samping trauma dan itu tidak ingin Yuna
alami, karena pasti akan membuat ayahnya sedih. Bahkan sampai sekarang (2016)
ayah Yuna masih bisa melihat alam kubur, bagaimana kehidupan alam kubur
tetangga-tetangganya, guru-guru di ponpes Yuna, dan kakek nenek Yuna. Mungkin
saja ini yang membuat Yuna menjadi memiliki kelainan kesadaran dimensi, bakat
genetic dari ayah Yuna. Itu artinya Yuna selalu dalam bahaya, bisa jadi Yuna
yang kurang bimbingan akan tersesat jauh dan justru masuk ke neraka jahanam
jika salah menata sikap kepada apa yang selama ini dia anggap adalah sebuah
fenomena ghaib yang nyata.
Kisah diatas itu diceritakan kepada Yuna secara detail,
setelah Yuna insyaf dan menjadi mualaf (2015) lalu mengaku kepada ayahnya
mengenai alasan kenapa dia mau menjadi mualaf.
---------------------------------------------oOo-----------------------------------------
KISAH MEI 2018 KERAMAT MENJELANG KEMATIAN
AYAH 44N
---------------------------------------------oOo-----------------------------------------
༺ 1 April 2018 ༻
Kini Yuna sadar, dia ada di kamar mandi
sedang mandi keramas..
“Loh bukannya aku tadi di Greenland sedang
mandi di telaga ya?..” Yuna keheranan, dia merasa mengenali kamar mandi yang
sedang dia gunakan, yaitu kamar mandi rumah Yuna yang ada di Kediri. Tempat
mandi itu luas dan lebar, mandi disana rasanya seperti mandi di sungai sebab
airnya yang dingin. Itu karena rumah Yuna ada di desa. Karena itu Yuna lekas
mentas supaya tidak flu tulang. Dalam kondisi rambut basah dan mengenakan
jubbah hitam, Yuna melihat ada seorang pendeta di teras rumahnya sedang
menghitung banyak lembaran seperti uang diatas meja kecil yang dia letakkan.
“Koq ada orang di depan rumah sih?..” Yuna
heran.
Dia kemudian mengenakan baju dan menuju ke
pendeta itu.
“Anda siapa?Ngapain?” Yuna heran.
“Saya menghitung uang hasil jerih payah saya
bekerja hari ini.” Pendeta itu mengenakan baju kemeja putih dan berjas hitam
dengan peci hitam.
“Umh, kerja apa pak?.” Yuna makin heran
dengan banyaknya kertas bertuliskan angka-angka yang dioperasikan dengan rumus
matematika yang aneh.
“Jadi pendeta, ngramal-ngramal..kamu mau saya
ramal?..” Pendeta itu.
“Emang penting ya?..” Yuna berkerut jidat.
“Ya iya donk, ramalan itu sama dengan main
judi, untung berlipat ganda jika pas tepat ramalannya..”Pendeta.
Yuna yang ingin tahu apa maksud pendeta itu
kemudian berkata, “Ya udah pak tolong ramal saya deh saya mau liat peruntungan
saya dimana..”.
“Tulis nama kamu di kertas ini..”Pendeta itu
memberikan Yuna kertas dan pulpen.
Yuna menuliskan nama lengkapnya disitu lalu
memberikan kertas itu kepada pendeta setelah selesai menulisnya.
“Wah..” Pendeta itu menghitung angka-angka
yang didapat dari nama itu.
“3+8+5=16 16/3=5.333 16-5=11
Wah nama kamu ini ngga membawa keberuntungan
buat kamu..coba kamu ubah atau ganti nama kamu itu menjadi hanya memiliki 11
huruf saja biar kamu banyak untung!!..” Pendeta itu menghitung di kertas lalu
memperlihatkan kertas itu kepada Yuna.
“Koq gitu sih?..” Yuna melihati kertas itu.
“Iya karena nama itu bukan ketentuan
tuhan.”Pendeta itu.
“Tuhan namanya siapa?..” Yuna.
“Tuhan Dajjal..”Pendeta.
“!!!!!!!!!?...
Ah gila…” Yuna nylonong masuk kedalam
rumah tak habis pikir.
Yuna ingin mencari dimana ibunya, maka
Yuna ke dapur supaya ibunya mengusir pendeta itu tapi justru ibunya tidak
ketemu. Kemudian ada suara satu pria dan satu wanita bertamu.
“Assalamu alaikum!!..” itu adalah suara
tetangga Yuna yang datang dari pintu samping rumah Yuna.
“Wa alaikum salam…” Yuna menyambut.
“Dari mana aja, mbak Yun… minta uang sakunya
dong… bagi rejeki ke kami…” Si ibu tetangga menjabat tangan Yuna.
“Iya nih, dari mana aja… wong dicariin selama
ini..”Si bapak tetangga, suami si ibu tadi.
“Oh, iya ini..sebentar…” Yuna merogoh saku
roknya lalu mengeluarkan beberapa lembar mata uang kerajaan aether.
“Makasih lho ya mbak Yun..”Ibu tetangga.
“Iya maaf adanya segitu… saya ngga dikasih
banyak soalnya…” Yuna memang tidak memiliki banyak, mungkin jika dirupiahkan
hanya bisa memberikan 17 ribu rupiah.
“Iya ngga apa-apa..”Ibu tetangga.
Kemudian dia melihat ayahnya masuk ke kamar
tidur Yuna dan menggeledah buku agenda amalan lighter Yuna sehari-hari selama
Yuna di Medan.Karena ada buku catatan agenda kegiatan setiap anak-anak yang
diasramakan ke kerajaan aether sehari-hari.
“!!!?...” Yuna celingukan melihati ayahnya
itu, dibeberapa lembaran buku itu ada halaman yang menunjukkan bahwa prestasi
Yuna itu SUNGGUH SANGAT MEMALUKAN.
‘Aduh gimana ini, aku malu sama bapak..’Yuna
bingung, membatin.
“Yuna!!”Suara ayah Yuna dengan gagah
memanggil Yuna dengan agak keras.
“Ya!!...” Yuna.
“Sebentar buk, bapak manggil aku..” Yuna
melepaskan tangan tetangganya yang menjabatnya.
“Oh, ya! Ya! Makasih ya, Yun..” Tetangga Yuna
lalu pergi berlalu sambil uluk salam.
“Yuna, cepat duduk di ruang tamu!!.” Ayah Yuna
masih membaca buku amalan Yuna sehari-hari di kamar Yuna. Yuna menjawab salam
tetangganya lalu..
“!!!!..” Dengan berdebar-debar Yuna kemudian
berlari ke kamar karena malu kepada ayahnya, seketika dia lupa dengan apa yang
akan dia lakukan terhadap pendeta itu.
Yuna berharap Ayahnya akan memaklumi
kesehariannya dan terus memberi kesempatan Yuna untuk berubah dan jangan
memarahinya.
“Bapak!!...” Yuna.
Ayah Yuna meletakkan buku agenda amalan Yuna
selama ini lalu duduk di tempat tidur, dia seperti megurungkan niat untuk
bicara kepada Yuna di depan ruang tamu karena melihat muka Yuna yang malu.
Yuna memeluk kaki Ayahnya dan bersujud sambil
menangis malu.
“Nak, bapak diundang ke kampusmu, ada acara
lulusan wisudamu nak..” Bapak Yuna di mimpi itu memandang Yuna dengan
muka tegap ke depan hingga hanya menundukkan pandangannya untuk melihat Yuna,
badan yang tegap berisi, mengenakan baju dan sarung putih mengkilat bersinar,
dan peci yang hitam legam berseri, namun matanya sayu dan trenyuh.
“Bapak!!!....” Yuna menangis.
Dia sangat jarang bertemu dengan ayahnya di
mimpi dan kini tubuh ayah Yuna berubah sangat drastic, busananya juga sudah
sangat berubah.Ini menandakan pertemuan ayah Yuna tahun lalu yang menunjukkan
kondisi ayah Yuna yang parah memprihatinkan itu kini terperbaiki.Ini adalah
kesempatan terbesar Yuna untuk meminta bantuan ayah Yuna, meminta bantuan
supaya bisa menghadapi pasukan dajjal yang semakin ganas keluar ke permukaan
bumi.
“Bapak!! Bapak aku dipelet pendeta setan,
pak… (beberapa hari lalu saat ekspedisi meneliti LV, bahkan hari ini ada pendeta yang sampai mengikuti Yuna dan malah bikin lapak di depan rumah akibat Yuna sering mencari kabar tentang organisasi satanis milik Yahudi, itu adalah hal yang disengit/tidak disukai ayah Yuna, Yuna takut marah karena ayahnya tidak suka Yuna melakukan hal itu dengan alasan berbahaya dan mendatangkan banyak mudharat).
Aku takut jika aku akan jadi korban dia pak…
aku mohon pak, bapak harus ruqyah aku pakai ayat kursy pak…” Yuna memeluk
ayahnya sambil menangis, antara malu, takut kehilangan dan tidak bisa percaya
sebentar lagi ayahnya akan berpindah dimensi karena waktu dinasnya sudah
hampir habis, air mata tidak henti-hentinya mengalir.
Dengan kata lain Yuna sudah mendapatkan
firasat bahwa usia ayahnya sudah tidak lama lagi (2018).
Yuna lega ayahnya kini sudah menjadi bersih
tidak seperti dulu yang penampilannya sangat memprihatinkan, mungkin saja sakit
rohani ayah Yuna sudah sembuh sekarang. Dan beberapa hari lalu di dunia
manusia, Yuta mengabarkan dari telfon bahwa jangankan menunduk, menoleh untuk
salam saja badan ayahnya sudah tidak sanggup. Ayahnya sering mimisan darah
kental dan bahkan beberapa kali terbaring di kamar tidur dengan kondisi badan
yang sangat ringkih dan rapuh, sebelah matanya sudah rabun dan benar-benar
tidak ada pancaran membahagiakan jika dilihat. Itu semua karena fisiknya yang
menua dan semakin ringkih mengalami proses pembersihan angkara diri.
Yuna paling sedih saat mengingat ayahnya
bicara ‘Aku tidak akan mati dengan tenang jika tidak melihatmu wisuda’ dan
kali ini di dunia pararel ayahnya megabarkan akan datangnya momen itu. Baginya
adalah pertanda besar Yuna akhirnya akan bisa wisuda.
“Iya, bapak akan meruqyah kamu nak..” Ayah
Yuna tidak melihat Yuna, dia melihat ke arah lurus di depannya dan
badannya tetap tegap.
Yuna menyadari bahwa sang ayah terus
mendekati jadwalnya dia kemudian terbangun dari tidurnya begitu saja.
“Bapak!!!..” Yuna bangun dan tersadar.
Dia melihat jam, 8 pagi.
Yuna meraih telfon dan menelfon ayahnya yang
ada di Kediri.Tapi tidak diangkat, pikiran Yuna menggrambyang kemana-mana. Dia
menelfon berkali-kali hingga akhirnya diangkat juga oleh ayahnya.
Kali ini Yuna tidak ingin menyia-nyiakan
waktu momentum berkualitas dengan ayahnya, dia ingin menanyakan apapun kepada
ayahnya sebagai bekal kelak jika ayahnya sudah berpindah dimensi ke alam
barzah.
Dari percakapan itulah Yuna mendapatkan ilmu
dari ayahnya, bahwa ilmu seseorang akan menitis kepada tujuh generasi. Dan
sebenarnya saudara diri yang lahir ke bumi itu ada ribuan, karena berasal dari
angkara baik dan buruk yang dibawa seorang pribadi ke bumi. Dan saudara-saudara
diri itulah yang membantu manusia menggapai impian dan jawaban yang pribadinya
inginkan. Segala wujud pengetahuan dan pengalaman spiritual termasuk perjalanan
interdimensi mendidik diri sendiri menjadi baik dan buruk itu sebenarnya
dibantu oleh saudara diri pribadi yang turut mengawali kelahiran.
Ada saudara pribadi yang mencerminkan
penjiwaan angkara yang arif/tua, ada yang angkara yang lugu atau polos seperti
anak-anak, dan ada yang menjiwakan pribadi yang angkuh dan tidak tahu malu
bahkan kafir menjadi sosok jin yang sangar. Dan itu semua wujud sifat yang jika
menjadi satu maka menjadi diri kita sendiri. Jadi ada yang bisa dilihat,
wujudnya seperti orang tua,pendeta, ratu, resi, raja, kesatria, jin fasik
bahkan anak-anak dan binatang.
Ilmu yang menitis itu sikap dan sifatnya
seperti yoni/ilham/cahaya/symbol dan mereka itu ada yang berwatak hitam, putih
dan merah. Ada yang berangkara kuasa/hitam, nerima dan gemar menengahi atau
mengalah/putih, dan ada yang gemar mengadu keuatan/merah. Bisa jadi si hitam
itu menjelma menjadi seorang kakek tua seperti yang terjadi saat Yuna
dilindungi kakek tua renta yang harus dibacakan ayat kursy dahulu supaya kakek
itu menjadi kuat saat Yuna diganggu seseorang yang menggunakan ilmu leluhurnya.
Itu karena angkara kuasa Yuna lemah sehingga itu wujud Yoni itu merenta, dan
jika penampilannya tua maka ilmu titisan yang menitis kepada tua itu berwatak
seperti orang tua, susah dibantah dan berasal dari leluhur yang sudah tua.
Menjadikan si anak keras kepala dan keras hati.
Kadang yoni ilmu yang menitis berwarna putih
itu ada yang berwujud seperti seorang kakek-kakek, seperti yang terjadi kepada
Yuna saat ingin mempelajari ilmu ghaib. Yuna dalam mimpi ditemui seorang
kakek-kakek yang mengajarinya cara menahlukkan api panas jingga hingga merah
dan kehitaman. Karena menunjukkan kepada Yuna bahwa ilmu ghaib itu bagaikan
api. Yuna ditunjukkan jenis-jenis api neraka yang akan melalap manusia yang
gemar mempelajari ilmu ghaib, mengumbar apa yang menurutnya dilihat benar, tapi
susah membuktikannya ke dunia manusia. Dan hanya manusia tulus yang mempelajari
ilmu ghaib supaya memperkuat imannya kepada Allah yang bisa merasakan bahwa
api-api itu dingin. Semakin merasa bisa dan tahu mengenai ilmu ghaib tanpa bisa
membuktikan kebenaran dari hadirnya ghaib itu maka akan merasakan panas api
itu. Karena itu Yuna tidak ingin membahas bab-bab ilmu ghaib yang tidak bisa
Yuna buktikan kehadiran/kebenarannya kepada orang lain dengan cara cosmic
diving.
Dan yoni ilmu merah yang menitis itu kadang
bisa menjelma menjadi sosok bercahaya/ratu/raja/ksatria/pendeta/resi atau
apapun yang biasanya menunjukkan target manusia sejati hidup seharusnya seperti
apa. Seperti saat Yuna mengaji di tanggal 31 Desember 2017 di malam pergantian
tahun baru, Yuna diajak ke alam hayalan oleh sosok yang menyilaukan dan
menunjuk ke atas, disana ada daratan taman dengan sungai yang airnya bukan air
biasa, Yuna menanyakan apakah dia boleh ke sana saat sudah mati dan sosok itu
mengatakan : ‘Tidak, kamu adalah anak yang durhaka kepada ibumu. Tidak ada
tempat di surga bagi orang yang durhaka, minta maaflah ke ibumu. Karena dia
kunci surga bumi dan surga akhiratmu.’
Dan saudara ruh sejati dari diri sendiri
adalah yang menjelma sama muka dan rupanya dengan diri sendiri. Itu seperti
contoh yang Yuna alami saat bertemu dengan sosok bermukena putih menunjuk jari
tauhid dan mengatakan 3x dengan tegas bahwa iblis adalah musuh manusia, setelah
Yuna dzikir di pasca sahur pertama bulan puasa ramadhan tahun 2014 lalu.
Kesemuanya itu adalah contoh sosok saudara
diri sendiri, dari Yuna sendiri yang ayah Yuna contohkan saat dia mengajarkan
pesan ilmu ghaib kepada Yuna agar anaknya selamat. Dan itu berlaku kepada
Guardinal Greenland, dan siapapun yang tinggal di dalamnya. Yang mana
ternyata mereka semua itu adalah saudara dari Yuna.Bisa dikatakan Greenland itu
adalah tempat dimana saudaranya tinggal, dan Yuna mulai tercerahkan disitu
mengenai segalanya.
Bahkan, itu dimiliki oleh setiap
manusia!.Setiap manusia memiliki saudaranya sendiri dan dibina oleh mereka
untuk menjadi manusia yang selamat, itu bisa terjadi jika manusia
berkepribadian bersih dan tidak memiliki penyakit hati. Namun jika memiliki
penyakit hati maka saudara mereka menjadi setan bagi mereka sendiri., dan akan
terus menyusahkan manusia itu supaya manusia itu berubah, itu semua adalah cara
untuk mengingatkan agar manusia kembali ke fitrahnya seperti saat turun ke bumi.
Dan alam-alam yang selama ini ada dalam diri
itu dinamakan dengan jagat angan-angan/etheric world/jagat pusar/angkasa.
Angkasa itu adalah suatu wadah dalam diri,sama dengan wadah dalam diri bumi
karena itu ada istilah luar angkasa. Siapapun orang itu memiliki jagat besar
dalam jiwanya. Jadi yang selama ini Yuna arungi yaitu Greenland adalah alam
dalam dirinya sendiri yang terhubung dengan apa yang terjadi di luar tubuhnya.
Itulah tanda bahwa manusia itu saling terkoneksi dengan sekitarnya.
Memang dahulu, Yuna menginginkan agar dia
tidak sendirian di bumi ini kepada Allah setelah Yuna menjadi mualaf. Kemudian
entah bagaimana bisa, ada alam yang memberitahu bahwa Greenland ingin
mengkoneksikan diri dengan Yuna. Namun anehnya Greenland itu ada di dalam
sebuah bintang. Dan Menurut ayah Yuna adalah sejatinya seluruh alam itu saling
terhubung juga dengan pribadi jiwa yang lahir karena seluruh mahluk dahulu
datang dari atas sana, Sidratul Muntaha.
Semenjak Greenland di dalam diri Yuna
terbuka, sejak itu Yuna bisa berkomunikasi dengan jin bangsa peri langit yang
disebut dengan cosmic diving. Bagi Yuna alam ini menyimpan memori semua
kejadian maka langit adalah saksi bisu ulah semua manusia yang memiliki hati
kotor dan bersih. Bahkan kebenaran suatu kejadian dan kehadiran ghaib itu juga
disaksikan oleh alam, karena itu Yuna merasa tertolong dengan cosmic diving dia
bisa meminta kepada Allah untuk diizinkan mendapat konfrimasi kebenaran suatu
hal ghaib yang sering dia alami, dapati dan lihat.
Satu pesan ayah Yuna sampai saat ini masih
dia jalankan, “Kamu itu memakai kitab perempuan (perempuan tidak boleh
bertingkah seperti laki-laki: memimpin jihat/bertarung seorang diri), makanya
kamu itu butuh catatan, kamu catat supaya bisa kamu pakai untuk menerangkan kepada
anak cucu kamu kelak, jaga-jaga jika kamu lupa, perempuan itu akan mudah hilang
ingatannya..”. Dan untuk itulah Yuna membuat blog diarynya kini menjadi lahan
Yuna menyimpan cerita aneh yang terus saja dia alami semenjak tahun 2013.
Dengan berkamuflase menggunakan metode pemecahan kepribadian dari yoni-yoni
yang dimilikinya kedalam akun-akun Facebook, dan bekerja sama dengan
teman-teman yang dia temukan, Yuna pun melakukan penelitian untuk melihat
kenyataan yang sedang terjadi di bumi di era pertumbuhannya. Meskipun dengan
itu akhirnya Yuna dipermalukan oleh banyak orang yang tidak terima dengan
tingkah lakunya yang menunda pembongkaran niatnya dalam penelitian itu.
Tujuannya hanya membuktikan bahwa Allah itu adalah tuhan para pemenang pemegang
al-Qur'anul Karim.
Setelah menelfon ayah Yuna, Yuna menjadi
teringat tentang semua kabar yang dia dapatkan di asrama aether sejak malam
Jumat hingga ahad hari itu, tanggal 1 April 2019 bahwa April adalah hari panen
bangsa iblis, mereka mencari banyak makanan untuk hibernasi menghadapi
datangnya bulan-bulan dimana gerbang sorga akan dibuka. Tandanya, akan ada
banyak pertumpahan darah tumbal tidak hanya lewat perang, biasanya lewat tindak
kriminalitas yang diusahakan satanic untuk menggoda manusia menjadi mahluk yang
berambisi dan murka.
-------------------ooOOoo-------------------
Yuna pun kemudian menghubungi Gold yang sudah
pensiun dari grup Greenland, Gold mengabarkan bahwa dia bertemu dengan seorang
perempuan berponi kotak dengan rambut sepunggung. Gadis manja itu terperangkap
di sebuah rumah kayu besar berlantai dua yang memiliki halaman luas di depannya
dan pintu belakangnya menhadap hutan yang sangat lebat. Gold mendobrak pintu
itu untuk mengeluarkan anak gadis itu.Anak itu menunjuk ke atas balkon rumah itu.
Disana sudah berdiri sosok hantu perempuan beraura mistik yang sangat kuat.Gold
bermeditasi sejenak setelah menenangkan gadis yang ternyata adalah anak indigo
interdimensional itu.Anak itu sampai duduk diatas pangkuan Gold karena saking
takutnya dengan sosok itu.Gold menghentakkan energinya ke tanah dan terjadilah
sebuah gejolak besar sampai mahluk itu terpelanting meledak.
Gold bangkit dan menggandeng gadis itu pergi,
beberapa langkh lama setelah itu mereka berdua menemukan sebuah masjid
berarsitektur seperti sebuah kastil.Dan Gold berpikir untuk sholat dhuhur dulu
sejenak sebelum melanjutkan perjalanan pergi dari dimensi itu.Gold mengajak
gadis itu wudlu dan memasuki masjid.Namun anehnya tidak ada sekat tirai
pembatas shaf laki-laki dengan perempuan. Dan sholat yang diperagakan itu aneh.
Setelah takbir dikumandangkan, sang imam menyanyi lalu music terdengar
dimana-mana, Jemaah menari-nari. Dan kemudian sang imam melakukan kutbah untuk
menghancurkan pilar-pilah organisasi ulama di Indonesia khususnya di daerah
pulau Jawa untuk bisa kuasai nusantara. Gold dan gadis itu geram mendengarnya
lalu mengeluarkan tenaga dalam.
Serta merta mereka sadar bahwa ada orang
diluar golongan mereka yang tengah mendengarkan perbincangan mereka.Mereka
berdua dikepung, terjadi perlawanan dari Gold dan dia membawa gadis itu keluar
masjid. Gold membuat portal supaya gadis itu bisa keluar dari dimensi kembali
ke asalnya. Dan karena membuat sebuah portal itu menguras banyak energy Gold
maka Gold pun terpaksa menggunakan pertolongan spirit phoenix dalam dirinya.
Seekor spirit energy phoenix keluar dari tubuhnya ke atas dan menghisap Gold
masuk kedalamnya dan Gold terbangun.
Yuna ternganga, apa yang dijelaskan Gold itu
adalah apa yang ditemui oleh Ruby dan kisahnya sudah dia ketik di diary
onlinenya. Kemudian Yuna menceritakan apa yang dia ingat setelah menelfon
ayahnya tadi pagi.
Yuna diajak berkumpul dengan sebuah golongan
yang mengenakan busana putih dan Yuna duduk di barisan belakan para Jemaah
laki-laki. Disana ada laki-laki berkerudung masih berjenggot hitam dan
hidungnya mancung. Dia berkata sekarang ini banyak manusia dibuat seolah mereka
itu ke langit dan melihat cahaya sinar yang sangat besar dan dasyat auranya
memancar dengan tenang dan lembut. Nur itu akan disangka oleh orang itu adalah
aura dari Allah, padahal itu sama statusnya seperti matahari. Nama nur itu
adalah nur alamin, itu adalah pancaran cahaya kekayaan dari nabi Muhammad
shalallau alaihi wa salam. Awalnya orang berpikir sebelum ke langit mereka
sudah melihat matahari, matahari bersinar keemasan dan cahaya yang satu ini
lebih dasyat besarnya dan sinarnya mendamaikan dengan lembut. Banyak
diantaranya yang diplesetkan dan dibuat mengerti bahwa itu adalah Allah oleh
jin yang merasuk ke dalam inti pikiran mereka lewat bisikan-bisikan kalbu. Dan
disitu umat manusia akan terpecah belah, mereka akan saling bermusuhan satu
sama lain mengagungkan tuhan dalam persepsi mereka masing-masing.
Dajjal akan turun sebentar lagi, dan kita
akan saksikan betapa dasyatnya saat itu. Kemungkaran terjadi dimana-mana dan
dia membentuk banyak pasukan dan kelompok yang tersebar dari seluruh penjuru di
bumi.
Yang bahaya dari misi mereka ini adalah
membuat siapapun yang mengalami sakaratul maut, saat ditanya berapa
tuhanmu mereka akan menjawab dua bahkan tiga
atau bisa liebih karena di kepala mereka saat itu teringat akan cahaya putih
yang menyilaukan tapi tenang tadi. Dan jika mereka menjawab lebih dari satu maka
mereka sia-sia dalam menjalankan amal hidup saat ini.
Tiba-tiba ingatan Yuna menjadi jelas
segalanya, namun sayang telfon dengan Gold terputus, Yuna pun memutuskan untuk
membuka kitab al-qur’an dan menghafalkan surat Kahfi.
----------------------oOo----------------------
༺ 4 Mei 2018 ༻
Yuna dalam mimpinya..
Dia melihat di langit ada jembatan membentang
dari ujung utara ke ujung selatan, jembatan melayang itu tidak disangga satu
pilar pun. Tiba-tiba hujan turun, Yuna berlari menuju bawah jembatan untuk
berteduh kemudian dia melihat ada orang duduk dibawah sana. Ternyata ibunya.
"Buk, hujan, ayo pulang!." Kata
Yuna saat berhasil mendekati ibunya.
"Ayo ke rumah ibu aja." Jawab ibu
Yuna.
"Dimana?." Yuna bertanya.
"Di loteng masjid agung itu."
Tunjuk ibu Yuna ke sebuah masjid megah yang berdiri di kejauhan.
"Kenapa ibu tinggal di loteng masjid?
kan ga boleh perempuan menjaga masjid." Jawab Yuna.
"Ibu bekerja di sana." Jawab ibu
Yuna.
Singkat kata saat mereka hendak ke masjid
itu, Yuna terbangun.
Yuna kemudian menelfon ayahnya untuk
melaporkan kejadian mimpi itu dan ayah Yuna menjawab "Oh ini sudah
waktunya ibumu harus siap." tanpa menjelaskan secara rinci apa maksudnya.
----------------------oOo----------------------
༺ 11 Mei 2018༻
Yuna tidur, Jum'at siang itu Yuna belum juga
bangun. Dalam mimpinya..
Yuna di dalam mimpi kini berdiri di halaman
rumah, mengelus kucing. Tetapi suatu hal terjadi dengan aneh, dia melihat
matahari dan bulan berjalan ke barat menuju ashar dengan sangat cepat,
matanya pun menuju ke fenomena itu sambil menggendong kucing coklat yang dulu
sudah meninggal namanya Chebells. Kemudian bulan dan matahari kembali ke timur.
"Asyhadu alaa ilaha ilallah wa asyhadu
anna muhammad rasulullah!." Yuna terus mengucapkan itu sampai bulan dan matahari mencapai ketinggian di atas ubun-ubunnya lalu beradu menjadi satu di
arah timur dan terpisah lagi menuju pucuk timur di ujung ufuk bumi hingga malam
menjadi gelap.
Yuna melihat ayahnya keluar dari rumah, ke
teras melihat sekitar.
"Ngapain ayahku di situ, bukannya dia
sudah meninggal dunia?." Heran Yuna.
Kemudian hal aneh terjadi, Yuna melihat ada
batu berwarna ungu kehijauan jatuh dari langit timur laut menuju ke tenggara.
Yuna melepas Cebells dan sontak berlari ke belakang rumahnya yang menghadap ke timur. Batu besar dari
langit itu jatuh menghantam bumi dengan suara yang sangat kencang dan menyeramkan dan kejadian itu menyebabkan seluruh permukaan bumi menghempaskan tanah dan debu
dengan sangat dasyat kekuatan lajunya hingga semua bangunan yang tersapu oleh tanah yang terlontar dari ledakan hantaman batu bersinar di kegelapan malam tanpa bintang karena
langit pun tiba-tiba berkabut tadi itu pun akhirnya rata dengan tanah.
Tetapi anehnya rumah Yuna tetap berdiri
kokoh, juga beberapa rumah yang sering digunakan untuk sholat.masih tersisa. Kini tinggallah Yuna seorang diri, tidak ada orang lain di tempat itu. Sunyi.
"Asyhadu alaa ilaha ilallah wa asyhadu anna muhammad rasulullah... astaghfirullah hal adzim, apa aku mati?." Mata Yuna tidak berkedip melihat sekitarnya yang sudah dikubur oleh tanah, dirinya aman karena tanah yang menyapu tidak menembus rumahnya yang dia jadikan tempat persembunyian tadi.
Kejadian itu sangat dasyat!, rumah-rumah orang yang gemar sholat di dalam rumah pun tersisa beberapa, terlihat di kejauhan. Mirisnya, jumlahnya tak sebanyak rumah yang sudah hancur.
Akhirnya Yuna bangun.
"Asyhadu alaa ilaha ilallah wa asyhadu anna muhammad rasulullah... astaghfirullah hal adzim, apa aku mati?." Mata Yuna tidak berkedip melihat sekitarnya yang sudah dikubur oleh tanah, dirinya aman karena tanah yang menyapu tidak menembus rumahnya yang dia jadikan tempat persembunyian tadi.
Kejadian itu sangat dasyat!, rumah-rumah orang yang gemar sholat di dalam rumah pun tersisa beberapa, terlihat di kejauhan. Mirisnya, jumlahnya tak sebanyak rumah yang sudah hancur.
Akhirnya Yuna bangun.
"Allah Allah Allah Allah Allah
....." Jantung Yuna rasanya mau meledak, bangun dengan kondisi
berdebar-debar.
Dengan keheranan dia bergumam.
"Kenapa aku mengatakan ayahku sudah
meninggal? kan ayahku masih hidup.
"Aku harus menjaga sholatku, itu wasiat agar aman di jaman akhir ini!." Yuna mengelus kepalanya masih tak habis pikir tentang mimpi pertama kalinya itu. Yuna tidak berani menceritakan mimpi itu kepada ayah Yuna, dia tahu pasti apa maksud dari mimpi itu.
"Aku didatangi orang, dia bilang waktuku tinggal sedikit di waktu ashar, aku sudah diajak pulang...." Itulah ucapan ayah Yuna di telfon malam ini.
Bagaimana mungkin, ini semua harus dipersiapkan secara mental oleh Yuna.
"Aku harus menjaga sholatku, itu wasiat agar aman di jaman akhir ini!." Yuna mengelus kepalanya masih tak habis pikir tentang mimpi pertama kalinya itu. Yuna tidak berani menceritakan mimpi itu kepada ayah Yuna, dia tahu pasti apa maksud dari mimpi itu.
"Aku didatangi orang, dia bilang waktuku tinggal sedikit di waktu ashar, aku sudah diajak pulang...." Itulah ucapan ayah Yuna di telfon malam ini.
Bagaimana mungkin, ini semua harus dipersiapkan secara mental oleh Yuna.
-----------------oOo-----------------
༺ 19 Mei 2018 ༻
Yuna dalam tidurnya lagi-lagi melihat
matahari dan bulan berjalan ke barat lalu kembali ke timur.
""Asyhadu alaa ilaha ilallah wa asyhadu
anna muhammad rasulullah!." Ucap Yuna.
Bumi kemudian berguncang, rasanya seperti
terjungkir balik. Yuna pun jatuh ke tanah dan memejamkan mata dengan lemas.
"Allahuma shali alaa
muhammad!! Allahuma shali alaa muhammad!!Allahuma shali alaa muhammad!!Allahuma
shali alaa muhammad!!Allahuma shali alaa muhammad!!.." Yuna terus
mengucapkan itu.
Tiba-tiba kakinya dipegang sepasang tangan
dan menyeret Yuna ditengah guncangan bumi.
"Allahuma shali alaa muhammad!!Allahuma
shali alaa muhammad!!Allahuma shali alaa muhammad!!" Yuna terus
mengucapkan sholawat ketika sadar dia sudah keluar dari jasatnya dengan tangan
yang terus menyeret kakinya.
Lama sekali Yuna merasa terseret seperti beberapa puluh tahun melintasi lorong angin yang sangat kuat tetapi matanya tak sanggup melihat untuk mengintip sebenarnya sekarang ada dimanakah dia itu, hingga
akhirnya Yuna merasa tubuhnya mendarat di sebuah lantai yang tenang dan sepasang tangan itu melepaskan kakinya. Hal aneh terjadi Yuna merasakan bibirnya
tergerak sendiri untuk tersenyum.
"Kok aku senyum?." Yuna keheranan
sambil membuka mata.
Di hadapannya terpaparkan banyak bintang yang
terlihat lebih dekat. Yuna pun berusaha bangkit dan ternyata tubuhnya melayang.
Dia kini ada di sebuah ruangan balkoni rumah yang terang redup tanpa lampu. Dia
turun ke ruang utama dan melihat wanita cantik bergaun merah tersenyum
menyambutnya.
"Apakah kau ibuku?." Tanya Yuna,
dan wanita itu tersenyum sambil mengangguk.
"Dimana ayah?!." Seru Yuna.
"Tidak tahu." Jawab wanita itu
dengan tenang.
"Aku punya hutang kepada ayah!."
Yuna tiba-tiba melihat ke cermin lemari kaca di rumah itu dan mendapati mukanya
berubah menjadi buruk rupa dan mulutnya cemberut.
"Aku belum mau mati! aku ingin pulang,
aku harus bantu ayah!." Dan Yuna pun terbangun.
"Allah
.. Allah Allah Allah Allah Allah ...." Jantung
Yuna berdegub kencang karena bangun dengan kaget.
"Mungkinkah aku dikasih tahu rasanya
setelah kematian supaya aku tidak sedih setelah ayah meninggal esok?."
Gumam Yuna.
------------------oooOOOooo-----------------
༺ 23 Juni 2018 ༻
Yuna mendarat di Jakarta pukul 6 pagi, kaki
kanannya menyentuh tanah Jawa setelah dia terbang dari Medan karena mendengar
kabar bahwa dokter sudah menolak ayahnya tadi malam.
"Aku tidak merasakan penderitaan ayah
lagi, syukurlah.. tapi apa benar ayah sudah tenang." Gumam Yuna sambil
menuju ruang pengambilan barang di bandara bersama Luna sekeluarga.
Karena tiket mendadak, maka suami Luna
kerepotan membeli tiket yang habis dan harus menunggu sampai jam 12. Akhirnya
karena faktor lelah Yuna tidur di ruang tunggu di loby bandara. Dan saat pukul
7 pagi, Yuna terbangun dan mendapati Luna menangis.
"Ada apa, Putri?.. ." Tanya Luna
kepada anak sulung Luna.
"Kakek sudah meninggal, tante.."
Jawab Putri dengan nada lemas.
"??? Benarkah aku sudah tidak punya
ayah?." Yuna tidak merasakan sedih, bahkan dia tidak percaya bahwa sudah
kehilangan ayah. Dia bahkan yakin bahwa ayahnya masih hidup karena Yuna bisa
merasakan keberadaannya yang masih hadir di bumi ini.
Singkat cerita Yuna sampai di Kediri pukul 8
malam. Sesampainya di rumah, dia langsung ke dalam rumah mencari sosok ayahnya
yang sudah dikubur tadi pagi. Yuna tidak mendapati hawa keberadaan ayahnya,
Yuna pun lari ke dapur dan ...
Hawa keberadaan ayahnya terasa!
"Ayah pasti di sini!!.. maafkan aku,
ayah! aku terlambat menemuimu!!!.." Yuna barulah menangis, menyadari pasti
sang ayah sedang melihatnya.
"Aku janji, aku akan meneruskan
cita-citamu, menjadi anak yang sholeh!." Yuna merasa yakin ayahnya sedang
mengangguk, batinnya mengatakan demikian.
Yuna berjanji dia tidak akan menangisi
kepergian ayahnya agar ayahnya tentram hati untuk menungguh jemputan temannya
dari alam barzah beberapa hari ke depan.
---------------oooOooo--------------
༺1 Juli 2018༻
Yuna merasa sedih, ingin menyusul ayahnya
karena semakin merasakan susahnya tinggal di bumi sebagai manusia di zaman yang sedang rusak.
Yuna sejak kecil memiliki ingatan bahwa ia pernah berada di sebuah padang rumput yang luas berembun kemilau, disana banyak anak kecil seusianya memegang mainan masing-masing, saat itu Yuna memiliki bola untuk selalu dia mainkan. Disana tidak ada malam, sehingga sepanjang hari anak-anak di sana bermain, disana tidak ada rasa lapar dan haus. Setiap anak memiliki ayah asuh yang memelihara keperluannya di setiap jadwal Yuna sejak kecil merindukan ayah asuhnya meskipun di dumi dia memiliki ayah kandung yang senantiasa ada untuknya, memanjakannya karena Yuna adalah anak ke tiga yang dimanjakan sang ayah. Bahkan Yuna sering menangis saat ia menyendiri melihati langit di masa kecilnya. Kerinduan dan ingatan itu masih kuat hingga usianya kini beranjak dewasa.
Barulah di usia 21 tahun, ia menanyakan hal itu kepada ayahnya.
"Apakah ayah pernah ke langit?." Yuna menanyakan itu.
"Di langit itu tidak ada apa-apa yang menarik, hanya hamparan rumput yang luas tanpa pohon. Hanya ada satu pohon besar yang berdiri di sana dikelilingi anak-anak kecil. Itulah tempat sebelum kita lahir dan itu batas kita bisa melihatnya dari sini." Jawab ayah Yuna.
Itulah daratan di langit yang tidak pernah mendarat ke bumi, Neverland. Dibawahnya kerajaan-kerajaan peri Sabahul Muhith yang berjumlah sangat banyak dan berlapis-lapis memiliki budayanya masing-masing.
Dia rindu dengan pohon besar yang dulu berdiri gagah di tengah padang rumput kelahiran saat dia menanti daun namanya jatuh agar diantar malaikat turun ke rahim ibunya, embunnya yang sejuk, tawa anak-anak sebayanya. Dulu sebelum ke bumi, ia begitu bahagia, kini ketika di bumi justru dia melihat banyak kesedihan. Dulu dia bersemangat menanti ke bumi dengan harapan akan berpetualang mengamalkan ilmu yang sudah dia pelajari sebelum akhirnya lulus dan boleh ke padang kelahiran. Baginya dulu, bisa lulus ujian tes sebelum masuk ke padang kelahiran dengan nilai cukup sudah sangat memuaskan. Sangat bersyukur, dia dengan bahagia dan tenang ingin menjelajahi bumi menikmati drama Allah. Dia yakin bahwa ingatannya sudah ia latih sangat kuat. Dia terus bernyanyi tentang Allah di sepanjang hari.
"Pokoknya aku harus ingat! Allah! pokoknya aku harus ingat! aku di sini! kalau sudah lahir aku ga boleh lupa!." Teriaknya sambil asyik mengejar bola yang memantul-mantul melewati anak-anak yang memainkan kapal terbang, truck dan lain sebagainya.
Sampai datanglah suatu hari.
"Ayo ikut ayah!." Kata pria yang tersenyum tulus dengan muka rupawan dan masih muda sekitar 30 tahun, menghampiri Yuna dan menggandengnya pergi.
Setiap anak yang akhirnya digandeng oleh Yuna umumnya membawa mainannya untuk dibawa ke bumi sebagai bekal, tetapi Yuna membuang bolanya dan terus menunjuk dengan satu telunjuknya sambil berkata terus tanpa henti.
"Iblis adalah musuh manusia! Iblis adalah musuh manusia! iblis adalah musuh manusia!." Karena dia paham bahwa bekal hidup dibumi adalah mengetahui aturan mainnya, yaitu setelah turun ke bumi Yuna sudah bukan jiwa lagi tetapi berupa manusia. Maka tugasnya adalah memusuhi iblis, itu ibadah utama yang harus dilaksanakan. Dan cara memusuhi iblis itu bermacam-macam, yang utamanya adalah iblis tidak sholat karena itu harus sholat dan lain sebagainya.
Tetapi sayangnya, hanya itu yang akhirnya Yuna ingat. Karena terlalu sulit untuk bisa mengingat banyak hal sebelum lahir dari rahim.
Yuna pun mengalami lupa, ditambah mendapatkan gangguan dari jin dzalim. Jin dzalim berusaha membuat Yuna menyukainya berkali-kali, Yuna dikasih kekuatan sihir untuk bisa mengendalikan angin lewat mantra-mantra yang dia ajarkan dengan bisikan, Yuna dikasih kecerdasan meramal sehingga banyak pejudi mulai mempercayai semua ucapan Yuna kecil. Apapun, tetapi ayah Yuna tidak membiarkan. Dibawah bimbingan ayah Yuna, dia belajar ilmu kehidupan setelah mati.
"Oh! iya!! aku ingat!, aku harus keluar dari tempat ini! (bumi)." Yuna melihat langit, kini dia sadar bahwa dia sedang berada dalam aquarium raksasa.
Bagi Yuna, saat ini di sebuah labirin besar tetapi menggunakan sistem kehidupan. Kuncunya adalah Iblis Adalah Musuh Manusia, dengan memahami itu maka kebenaran akan selalu datang, harus parcaya Allah saja, teman bertanya hanyalah Allah. Dan saat ini bisa menggunakan al-Qur'an. Yuna pun sejak itu mulai dilirik beberapa peri yang tertarik dengan kegiatan konyol Yuna yang kekanak-kanakan. Mulai darisanalah Yuna akhirnya memiliki teman para peri, yang mana mereka juga warisan turun temurun dari ayah Yuna sendiri.
Dan saat kesedihan Yuna mulai berlarut..
"Ke balkon!." Bisik seekor peri Greenland kepada Yuna yang sedang duduk di dapur.
Yuna pun beranjak dari duduknya menuju balkon kamarnya.
"............Subhanallah! woah!." Yuna terbelalak.
Teman-teman peri Greenland tidak mau Yuna bergunda hati, mereka melukis pohon itu agar Yuna merasa kembali dekat dengan asalnya.
Yuna sejak kecil memiliki ingatan bahwa ia pernah berada di sebuah padang rumput yang luas berembun kemilau, disana banyak anak kecil seusianya memegang mainan masing-masing, saat itu Yuna memiliki bola untuk selalu dia mainkan. Disana tidak ada malam, sehingga sepanjang hari anak-anak di sana bermain, disana tidak ada rasa lapar dan haus. Setiap anak memiliki ayah asuh yang memelihara keperluannya di setiap jadwal Yuna sejak kecil merindukan ayah asuhnya meskipun di dumi dia memiliki ayah kandung yang senantiasa ada untuknya, memanjakannya karena Yuna adalah anak ke tiga yang dimanjakan sang ayah. Bahkan Yuna sering menangis saat ia menyendiri melihati langit di masa kecilnya. Kerinduan dan ingatan itu masih kuat hingga usianya kini beranjak dewasa.
Barulah di usia 21 tahun, ia menanyakan hal itu kepada ayahnya.
"Apakah ayah pernah ke langit?." Yuna menanyakan itu.
"Di langit itu tidak ada apa-apa yang menarik, hanya hamparan rumput yang luas tanpa pohon. Hanya ada satu pohon besar yang berdiri di sana dikelilingi anak-anak kecil. Itulah tempat sebelum kita lahir dan itu batas kita bisa melihatnya dari sini." Jawab ayah Yuna.
Itulah daratan di langit yang tidak pernah mendarat ke bumi, Neverland. Dibawahnya kerajaan-kerajaan peri Sabahul Muhith yang berjumlah sangat banyak dan berlapis-lapis memiliki budayanya masing-masing.
Dia rindu dengan pohon besar yang dulu berdiri gagah di tengah padang rumput kelahiran saat dia menanti daun namanya jatuh agar diantar malaikat turun ke rahim ibunya, embunnya yang sejuk, tawa anak-anak sebayanya. Dulu sebelum ke bumi, ia begitu bahagia, kini ketika di bumi justru dia melihat banyak kesedihan. Dulu dia bersemangat menanti ke bumi dengan harapan akan berpetualang mengamalkan ilmu yang sudah dia pelajari sebelum akhirnya lulus dan boleh ke padang kelahiran. Baginya dulu, bisa lulus ujian tes sebelum masuk ke padang kelahiran dengan nilai cukup sudah sangat memuaskan. Sangat bersyukur, dia dengan bahagia dan tenang ingin menjelajahi bumi menikmati drama Allah. Dia yakin bahwa ingatannya sudah ia latih sangat kuat. Dia terus bernyanyi tentang Allah di sepanjang hari.
"Pokoknya aku harus ingat! Allah! pokoknya aku harus ingat! aku di sini! kalau sudah lahir aku ga boleh lupa!." Teriaknya sambil asyik mengejar bola yang memantul-mantul melewati anak-anak yang memainkan kapal terbang, truck dan lain sebagainya.
Sampai datanglah suatu hari.
"Ayo ikut ayah!." Kata pria yang tersenyum tulus dengan muka rupawan dan masih muda sekitar 30 tahun, menghampiri Yuna dan menggandengnya pergi.
Setiap anak yang akhirnya digandeng oleh Yuna umumnya membawa mainannya untuk dibawa ke bumi sebagai bekal, tetapi Yuna membuang bolanya dan terus menunjuk dengan satu telunjuknya sambil berkata terus tanpa henti.
"Iblis adalah musuh manusia! Iblis adalah musuh manusia! iblis adalah musuh manusia!." Karena dia paham bahwa bekal hidup dibumi adalah mengetahui aturan mainnya, yaitu setelah turun ke bumi Yuna sudah bukan jiwa lagi tetapi berupa manusia. Maka tugasnya adalah memusuhi iblis, itu ibadah utama yang harus dilaksanakan. Dan cara memusuhi iblis itu bermacam-macam, yang utamanya adalah iblis tidak sholat karena itu harus sholat dan lain sebagainya.
Tetapi sayangnya, hanya itu yang akhirnya Yuna ingat. Karena terlalu sulit untuk bisa mengingat banyak hal sebelum lahir dari rahim.
Yuna pun mengalami lupa, ditambah mendapatkan gangguan dari jin dzalim. Jin dzalim berusaha membuat Yuna menyukainya berkali-kali, Yuna dikasih kekuatan sihir untuk bisa mengendalikan angin lewat mantra-mantra yang dia ajarkan dengan bisikan, Yuna dikasih kecerdasan meramal sehingga banyak pejudi mulai mempercayai semua ucapan Yuna kecil. Apapun, tetapi ayah Yuna tidak membiarkan. Dibawah bimbingan ayah Yuna, dia belajar ilmu kehidupan setelah mati.
"Oh! iya!! aku ingat!, aku harus keluar dari tempat ini! (bumi)." Yuna melihat langit, kini dia sadar bahwa dia sedang berada dalam aquarium raksasa.
Bagi Yuna, saat ini di sebuah labirin besar tetapi menggunakan sistem kehidupan. Kuncunya adalah Iblis Adalah Musuh Manusia, dengan memahami itu maka kebenaran akan selalu datang, harus parcaya Allah saja, teman bertanya hanyalah Allah. Dan saat ini bisa menggunakan al-Qur'an. Yuna pun sejak itu mulai dilirik beberapa peri yang tertarik dengan kegiatan konyol Yuna yang kekanak-kanakan. Mulai darisanalah Yuna akhirnya memiliki teman para peri, yang mana mereka juga warisan turun temurun dari ayah Yuna sendiri.
Dan saat kesedihan Yuna mulai berlarut..
"Ke balkon!." Bisik seekor peri Greenland kepada Yuna yang sedang duduk di dapur.
Yuna pun beranjak dari duduknya menuju balkon kamarnya.
"............Subhanallah! woah!." Yuna terbelalak.
Teman-teman peri Greenland tidak mau Yuna bergunda hati, mereka melukis pohon itu agar Yuna merasa kembali dekat dengan asalnya.
Para peri membentuk awan menjadi pohon besar
dengan dikelilingi kabut putih dan pelangi. Yuna begitu takjub dengan kado
pemberian para sahabat Greenland yang masih mau menghiburnya untuk melanjutkan
tugasnya saat ini.
------------00O000-----------
༺ 27 Juli 2018 ༻
Akhirnya keinginan sang ayah tercapai, Yuna
wisuda. Meskipun terlambat, tetapi setidaknya Yuna berhasil melakukannya.
Sungguh berat karena proses wisuda terhambat depresi yang Yuna terima dari
fitnah selama satu tahun. Terapi membaca al-Qur'an sangat membantunya. Dengan
diterimanya pengalaman ini, Yuna sudah bisa membiasakan diri bila terfitnah. Sudah
takdirnya merasakan ujian itu.
----------ooo----------
༺30 Juli 2018 ༻
Yuna berkomunikasi dengan iblis. Yuna
berharap dia boleh mendoakan agar iblis boleh mendapat hidayah agar dia
bertaubat. Tetapi iblis membalas suratnya dengan mengatakan menolak, tetapi
iblis akhirnya menerima niat Yuna. Iblis pun akhirnya membocorkan rahasianya.
Sebenarnya iblis senantiasa berzikir kepada
Allah, dalam dadanya terus disebutkan "Allahu Allahu Allahu Ahad", dan maka
bagi manusia yang sudah mengetahui bahwa iblis sebenarnya adalah dada
masing-masing maka sadarlah untuk memusuhi iblis dalam diri masing-masing.
Sesungguhnya iblis menolak sujud kepada Adam
AS dengan kondisi menekuk satu lututnya ke lantai dan menundukkan kepala sambil
berkata dengan lembut "Saya lebih baik dari Adam AS karena dari api
sementara dia dari tanah." kepada Allah dan itu menjadikan hukuman
baginya yang dia jalani dengan ikhlas. Untuk itulah iblis ditugaskan menjadi pemeran musuh Allah karena hanya iblis yang sanggup mencintai Allah dengan cara dibenci oleh Allah, tidak ada satu mahluk pun yang bisa menggantikan perannya sebagai mahluk laknatullah abadi. Iblis berhati lebih
lembut dan bijaksana dibandingkan manusia , karena itu manusia tidak boleh kalah dari akidah ahlaq iblis karena sudah dikasih peran sebagai mahluk terbaik diantara segala jenis mahluk. Karena iblis pun suka berteman dengan siapa
saja, orang berdosa banyak akan melihat sosoknya menyenangkan supaya tenang hati menjalankan maksiat dan kezaliman, sementara orang
berpahala banyak akan melihatnya dengan rupa yang tidak enak supaya sombong dan membanggakan diri merasa lebih baik dari iblis sehingga justru mengantarkan orang berpahala tadi masuk neraka.
----------ooo----------
༺ Agustus 2018 ༻
Setelah kematian ayahnya, Yuna setiap jum'at
pagi selalu bermimpi berjumpa dengan ayahnya bila ada amanah yang harus Yuna genapi.
Mimpi yang pertama, Yuna ke sebuah menara menunggu ayahnya diantar turun, dan di menara itu ayahnya berpesan untuk membersihkan seluruh jalan masalalu yang sudah kotor. Mencari bekal hidup di alam kubur dan beribadah untuk keperluan diri sendiri sebab setiap amalan itu ditanggung oleh pribadi masing-masing.
Mimpi yang pertama, Yuna ke sebuah menara menunggu ayahnya diantar turun, dan di menara itu ayahnya berpesan untuk membersihkan seluruh jalan masalalu yang sudah kotor. Mencari bekal hidup di alam kubur dan beribadah untuk keperluan diri sendiri sebab setiap amalan itu ditanggung oleh pribadi masing-masing.
Mimpi yang kedua adalah, Yuna dititipi
kendaraan yang ayahnya dulu sudah pakai untuk melintasi banyak tempat dan kini
ditemukan dari sebuah samudera luas hingga menjadi karang. Ayah Yuna menitipkannya
kepada Yuna dengan harapan kelak kendaraan itu bisa berguna.
Kemudian Yuna bermimpi belajar dengan ayahnya
bahwa manusia itu harus seperti pesawat, ditali sayap dan ekornya dengan tali
dari langit supaya tidak bisa jatuh ke bumi. Tanda bahwa Yuna harus mengikuti
amanah ayahnya yang menginginkan supaya Yuna ikut tariqat yang sama
dengannya.
Hingga akhirnya setelah tahun 2018
terlampaui. Yuna ikut baiat tariqat pada tahun 2019 di bulan puasa Ramdhan. Kemudian Yuna
bermimpi lagi bertemu ayahnya yang mengatakan bahwa seorang pelaku latifah
harus menjaga kebersihan diri dan tempat tinggalnya agar tidak menghalangi cahaya makbul doa yang sedang turun dari langit.
Sekian lah cerita-cerita yang berkaitan
dengan pesan yang menjadi nyata dari ayah admin 44n selaku guru utama admin
44n, pewaris persaudaraan dengan N kepada 44n, dan sebagai pria cinta pertama
bagi 44n setelah ia lahir ke bumi ini.
