Skip to main content

Bapak Founder Sabahul Muhith

꧁KISAH MENYERTAI KEPERGIAN FOUNDER NEVERLAND꧂

Di dalam kisah ini 44n berperan sebagai Yuna, dengan nama asli ketiga saudaranya yang disamarkan. Tokoh lainnya tidak disamarkan kecuali Gold dan Greenland yang merupakan Neverland.


༺ 31 Maret  2018 ༻

Dalam dunia mimpi,
Yuna melakukan perjalanan yang tidak bisa dia ingat sama sekali, memang sudah beberapa malam ini dia ke tempat dimana ada perkumpulan yang tidak bisa dijelaskan karena terlalu rumit, yang jelas dia dibawa oleh para guardinal Greenland untuk terus dibina dan dilatih, diemban dan diasuh untuk menjalani hidup dengan harmoni. Setelah itu, setiap Yuna pulang dari istana besar kerajaan Greenland, dia akan diantarkan ke Kediri versi dunia pararel untuk menemui ayahnya terlebih dahulu yang sedang sakit.

Ayah Yuna lah guru spiritual Yuna dan mengarahkan Yuna selama ini sejak Yuna balita, hingga dewasa sekarang. Mulai dari mengajarkan cara membaca al-Qur’an hingga caranya Sholat. Ilmu dari ayah Yuna lah yang justru Yuna ingat disaat Yuna sudah meninggalkan pondok pesantren dan jauh merantau, itu karena ilmunya ringan dan mendasar. Entah bagaimana, dulu Yuna tergolong sebagai anak yang bebal, badung dan ceroboh, susah mencerna pelajaran dan gemar mengabaikan peraturan. Namun semenjak Yuna merantau jauh dari orang tua, itu membuat Yuna sadar bahwa kebahagiaan bukanlah uang atau pangkat terhormat yang dia pegang, Yuna mencari ketenangan hati agar dia bisa bahagia, dan sejak itu pula Yuna menjadi mendekatkan diri kepada Tuhan dan menjadi mualaf (beriman setelah menjadi agnostik).

Ada kisah ayah Yuna yang dia ingat, kisah itu adalah ilmu yang sampai kini kebenarannya nyata dirasakan olehnya, walau dia hidup tidak di zaman terjadinya dulu. Yaitu ilmu tentang segala cikal bakal apa yang akan terjadi itu adalah akibat dari niat kita saat hendak memulai segala sesuatu.

Ayah Yuna bukanlah anak kyai maksum, juga bukan anak pejabat, bukan anak orang kaya, apalagi bagian dari keluarga sebuah kerajaan. Ayahnya adalah anak yang sejak kecil tidak tahu dimana sang kakek Marto Sentono berada, tidak pernah pulang bahkan mukanya sendiri tidak pernah tahu. Dia lahir pada 9 November 1952 oleh sang ibu bernama Misringah yang juga meninggal dunia saat ayah Yuna masih balita. Ayah Yuna dibesarkan oleh neneknya di desa Kayen Kidul dusun Jegles, Kediri - Jatim, kemudian diasuh oleh bibinya karena neneknya sudah meninggal dunia. Ayah Yuna, adalah anak nomor empat. Dengan kakak kandung perempuan  bernama Tho'ah, kemudian dua abang bernama gus Farhan dan gus Pardi sebagai saudara kandung, dan gus Napsiyan sebagai saudara tirinya.

Keseharian ayah Yuna adalah mengais ketela dan kayu di hutan dan ladang-ladang, rumah bibinya juga hanyalah gubuk terbuat dari bambu anyam. 

Dewasanya di usia 40 tahun, ayah Yuna ditinggal oleh kakak sulungnya ke rahmatullah, disusul oleh gus Farhan kemudian gus Pardi lalu gus Napsiyan barulah ayah Yuna pada tanggal 23 Juni 2018.


Ayah Yuna saat masih remaja sering mencari ketela untuk dibawa pulang, untuk dimasak bersama bibinya.  Hingga suatu hari..

Saat ayah Yuna berjalan dalam kondisi lapar karena belum makan dari kemarinnya sebelum tidur, dia mencari ketela dan memakannya mentah-mentah sambil beristirahat di sebuah kebun yang luas sambil memandangi persawahan, karena memang tempat tinggalnya di desa kecil jauh dari kota. Saat dia menikmati terik matahari dengan tiupan angin yang semilir, dari kejauhan datanglah seorang kakek asing. Meskipun kakek itu orang asing bagi ayah Yuna, ayah Yuna menyapanya dan mempersilahkan kakek itu duduk bersamanya. Kakek-kakek itu ditawarinya buah ketela, dan mereka memakan ketela itu bersama.

Ditengah obrolan mereka yang senggang kemudian kakek itu berpesan, “Nak, kalau kamu sudah besar, carilah golongan Islam sejati yang lurus ke Allah…” Sambil menepuk bahu ayah Yuna kakek itu bangkit dan berlalu, dan ayah Yuna belum bisa menalar ucapan kakek itu sehingga hanya mengiyakan.

Sesampainya di rumah, ayah Yuna terpikir ucapan kakek itu. Jika dipikir-pikir, ayah Yuna sudah cukup matang waktu itu, sudah cukup baligh untuk menuntut ilmu, karena itu dengan mantap hati keesokan harinya ayah Yuna berpamitan kepada bibinya, dia meminta izin untuk merantau mencari ilmu. Ayah Yuna dengan berjalan kaki kemudian berkelana, mencari sebenarnya seperti apa itu aliran islam yang sejati, bukan sekedar islam, tapi golongan orang yang bisa sholat dan melakukan ucapan yang mereka katakan saat sholat setelah mereka melakukan sholat.

Terus dicarinya pondok pesantren yang mengajarkan itu, namun dia tidak menemukannya. Sampai dari Kediri ke Jombang, dia menemukan sebuah pesantren Darul Ulum (Rejoso) yang dirintis oleh KH. Tamim Irsyad pada tahun 1885 di desa Rejoso, kecamatan Peterongan, Jombang yang saat itu dipimpin oleh kyai bernama syaikh Mustain Romly selaku mursyid jemaah Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah yang berpusat di Rejoso. Ayah Yuna melamar bekerja di ponpes itu supaya bisa tinggal di ponpes itu, kemudian sang kyai menerimanya dan menjadikannya sebagai pengembala lembu milik kyai hingga banyak memiliki teman santri. Ayah Yuna senang jika mendengarkan ada ceramah-ceramah oleh kyai pengurus ponpes, sesekali dia duduk di kejauhan sambil menyimak. Lalu suatu hari sang  kyai menawarinya untuk ikut mengaji, dan dia pun dibaiat menjadi santri dibawah tuntunannya dan bimbingan KH. A. Rifa'i Romly, adalah putra pertama KH. Romly Tamim dari Ibu Ny. Chodijah, Suwaru Mojoagung. Dari sanalah, cita-cita terbesar seumur hidup yang hingga kini dia pegang, yaitu ingin menjadi anak yang sholeh karena dia terus memikirkan kedua orang tuanya yang belum pernah dia lihat selama ini, terus yang terngia di kepalanya karena sayang kepada keduanya.

Hingga setelah hataman kitab, dan dia lulus kemudian dilepaskan dari ponpes, dia memutuskan untuk mencari jodoh agar dia melakukan sunnah rosul untuk menikah, agar ibadahnya sempurna. Maka berkelanalah kembali dia ke kampung halaman dengan tanpa kendaraan, hingga suatu hari, saat ayah Yuna beristirahat di perjalanan pulang, ia bertemu dengan seseorang tua asing lainnya. Dia mengatakan kepada ayah Yuna bahwa jodoh ayah Yuna ada di desa yang arahnya ke selatan dari tempat ayah Yuna saat itu berdiri, namun orang itu mengatakan bahwa kelak anaknya akan ada yang diangkat oleh Allah, satu anak saja dan dia tidak boleh kecewa karena itu. Dan terjadilah hal yang tidak diduganya, sepulang dari pondok pesantren dia diasuh oleh pamannya yang bernama Ismuri, pamannya pindah rumah ke desa yang mengarah ke selatan. Maka ayah Yuna turut pergi ke selatan mengikuti pamannya. Dia kemudian bertemu dengan kakeknya Yuna bernama Suyono Wagirin, kakek Yuna menawarkan ayah Yuna untuk menikahi puteri sulungnya bernama Sumarsi. Maka dijodohkanlah mereka dan menikah secara hukum yang sah. Dan yang benar saja, abang Yuna yang merupakan anak nomor dua dari orang tua Yuna, diambil ke rahmatullah saat usianya masih sekitar 8  menginjak 9 tahun.Dan dalam kejadian itu sebenarnya ayah Yuna sedang sakit Rohani yang sangat parah karena efek dari sebuah pengalaman.

Pengalaman itu adalah,
Suatu hari setelah beberapa waktu Luna sang kakak sulung Yuna dan adiknya almarhum Lotus-abang Yuna, tumbuh menjadi anak-anak SD yang manis.. ayah Yuna bertemu dengan temannya, temannya ini mengatakan bahwa kedua orang tua ayah Yuna belum tenang di alam kubur dan dia ingin membantu ayah Yuna.

Namun ayah Yuna tidak percaya dengan itu semua, meskipun temannya ini sangat sakti mandraguna saat itu. Teman ayah Yuna ini pun akhirnya mengajak Ayah Yuna, dia dibawa temannya ke perguruan suatu kelompok kejawen untuk menemui guru teman ayah Yuna itu, karena teman ayah Yuna ingin membuktikan bahwa apa yang dia lihat mengenai kehidupan kubur orangtua Yuna itu benar. (Kini teman ayah Yuna berperan menjadi adipati kerajaan Jogjakarta (2017)

Setibanya di rumah sang guru di sebuah padepokan, sang guru itu menanyakan niat ayah Yuna yang hendak berguru, ayah Yuna menjawab :”Saya ingin menjadi anak yang sholeh”, guru itu berdiri dan murka: “Disini tidak ada anak Sholeh adanya anak Saleh!! Pergi kamu dari sini!!.”. Dan akhirnya ayah Yuna pulang.

Sejak itu ayah Yuna bingung, apa benar kedua orang tuanya itu masih tidak tenang. Dia teringat kepada petuah gurunya yaitu syaikh Rifai Romly, bahwa jika seseorang berungguh-sungguh menginginkan sesuatu,maka harus bersedia lapar, duduk tekun dan mengingat kepada penciptanya. Maka Ayah Yuna kemudian melakukan nazar kepada Allah dengan melakukan puasa namun hanya berbuka seteguk air jika waktunya dan berzikir tiada henti setelah sholat, duduk bersila tekun tanpa meninggalkan tempat sholat sedikitpun, dia menata hati dan pikiran karena sungguh ingin melakukan suatu hal yang terbaik bagi kedua orang tuanya dan cita-citanya menjadi anak yang sholeh yang sukses membahagiakan kedua orang tuanya di alam kubur, dan dia lakukan sampai hampir lebih dari empat minggu, awalnya dia akan terus melakukannya sampai Allah menyetujui permintaannya, dia meminta kemurahan dari Allah agar dia diijinkan melihat kondisi kedua orang tuanya di alam kubur. Dan hal itu dikabulkan oleh Allah.

Sukma ayah Yuna dibawa oleh seseorang ke sebuah dimensi, alam kehidupan di alam kubur, yang pemandangannya sungguh berbeda dengan kondisi alam di dunia nyata. Bahkan jikalau ada sebuah film yang menggambarkannya di bioskop, sungguh kondisinya tidak sama walau pun sedikit persen. Alam yang luar biasa membuat seluruh jiwa berkeringat dan tidak bisa berpaling dari ikrar janji akan memperbaiki diri. Bahwa ternyata kehidupan banyak orang di alam kubur itu lebih banyak susahnya dibanding enaknya. Setiap orang menantikan pertolongan dari anak-anak yang sholeh yang akan mendoakan mereka supaya bisa diberikan kemurahan saat masih di alam kubur.

Namun rasanya bertemu kedua orang tuanya tadi di dimensi itu ternyata belum bisa membuat nuraninya tenang, saat itu dia terpikir menghawatirkan nasib anak-anak dan cucunya, karena dia sudah diberi tahu bagaimana susahnya hidup di alam kubur itu, dan itu membuat dia ditegur oleh Allah dengan diberikan sakit yang tidak bisa sembuh jika tidak Allah yang menyembuhkannya, itu adalah sakit Rohani, karena ayah Yuna terlalu memikirkan banyak orang yang kini dia sayangi.

Sakit itu mungkin secara medis disebut sebagai Anxiety, dan bahkan mempengaruhi 50% dari kesadaran akal sehatnya waktu itu. Ayah Yuna menjadi linglung dan stress, suka mendalang sendiri di rumah, bicara sendiri, tertawa sendiri. Sampai suatu hari Lotus pulang dari tempat dia bermain. Namun Lotus tidak memberi tahu bahwa dia tadi jatuh di kebun milik tetangganya, kebun itu angker dan banyak jin fasiknya. Semenjak pulang dari bermain itu Lotus sering mengalami sakit-sakitan. Bahkan segala obat tidak bisa menyembuhkan, demamnya semakin tinggi. Seluruh warga desa keheranan kenapa bisa Lotus menjadi seperti itu. Saat ini, ayah Yuna bisa digolongkan sebagai mantu orang terkaya di desa, karena mertuanya blantik sepeda motor gedhe dan warisan dari kakek buyut Yuna bernama Umar Ali (kakeknya ibu Yuna) memiliki tanah yang luas. Dan gaya ayah Yuna kini selalu perlente, nemun mendadak menjadi stress seperti ini, ditambah kini anak ragilnya sakit namun tidak dibawa ke rumah sakit. Seluruh warga desa mulai mencibir keluarga Yuna.

Hingga imannya Ayah Yuna dan keluarganya pun saat itu akhirnya diuji,
dalam kondisi ayah Yuna menderita sakit rohani dan hampir gila 100%, ayah Yuna tiba-tiba bisa merasakan kesadaran walau sedikit sekali. Dia mendekati anak laki-lakinya yang taat melakukan sholat jumat itu, disampingnya Lotus yang tengah berbaring diatas ranjang sambil merintih lemah. Ayah Yuna duduk melihati anak yang sedang sakaratul maut itu.

“Pak….” Lotus lirih.
“Ya….” Ayah Yuna melihati muka Lotus yang lemas, dia masih ingat siapa itu Lotus.
“Pak…. satu ya,pak..?......”Lotus, bersuara lirih.

“Satu?....Iya, nak.. satu..” Ayah Yuna menjawab dengan kondisi setengah hilang akal.

“Satu…..
satu…….
satu……… satu…….. Satu… satu..satu.. satu.. Satu… satu..satu.. satu….” Lotus terus saja mengatakan Satu tanpa henti tanpa lelah dan cukup lama sekali dia mengatakan itu.

Lama-kelamaan Lotus menunjukkan jari telunjuk kanannya yang mengacung sambil terus mengatakan, “Satu satu satu satu satu…”, hingga kemudian ..

“Allah……
Allah…….
Allah… ….
Allah………Allah…Allah… Allah…Allah…Allah…..” Dan Lotus berganti mengatakan kata Allah yang dia terus ucapkan tanpa lelah meski dalam kondisi sangat lemah, kemudian dia terlelap, tiada bergerak, tiada hembusan nafas. Dan tiada lagi atmosfer kehidupan terasa di ruangan itu oleh ayah Yuna.

Dalam kondisi setengah hilang kesadaran, ayah Yuna melihati itu dan berpikir.
Kesadarannya berangsur menjadi pulih dan dia terperanggah dengan segala kejadian yang baru saja dia lewati bersama Lotus. Bahkan dia tidak terpikir bahwa Lotus sudah pergi selamanya.

“Ini kah puncak apa yang harus aku pelajari nanti, dan aku harus bisa membina anak-anakku..
Karena manusia sungguh saat sakaratul maut akan diperebutkan oleh setan dan malaikat..”Dengan menitikkan airmata, dia selimuti anak laki-laki itu. Hatinya gemetaran, dan jantungnya menggebu tidak karuan.Ada perih menusuk kedalam relung rongga dada dan kepalanya.

Semuanya dipenuhi dengan pikiran yang seolah mengitari jagat angan-angan ayah Yuna.Namun apapun kondisinya sekarang, nasi sudah menjadi bubur. Kepergian Lotus di saat terakhir adalah sebuah momen yang seumur hidup tidak akan pernah bisa dilewatkan ingatan ayah Yuna.

Beberapa lama setelah Lotus dikuburkan, ayah Yuna kemudian tergerak hati untuk memperbanyak motivasi diri, ingin mengobati penyakitnya. Walau kini kesadarannya itu sudah sedikitnya pulih dan kembali. Namun ada bayang-bayang yang terus menghantui ayah Yuna. Bukanlah sakit jiwa sekedar Anxiety yang menjadikannya stress, namun sakit rohani yang haus akan suatu yang bisa membuat keinginannya bisa dia ihlaskan dan membuat dia tenang. Dan rohaninya masih terus saja tidak bisa merasakan lepas dari ketakutan terbesarnya, yaitu celaka dan mencelakai keluarganya hingga menderitakan banyak orang di alam kubur kelak tanpa bisa berbuat apa-apa. Itu terus membayangi pikiran dan hati ayah Yuna, bukan obat terapi jiwa saja yang diperlukan tapi juga terapi rohani komunikasi dengan sang pencipta. Namun bahkan ayah Yuna saat itu tidak bisa memaksimalkan itu semua.

Suatu hari, anak mertuanya bernama Maksum mengajaknya untuk berobat ke rumah seorang yang paling sakti mandraguna dan terkenal sampai kerajaan Jogja yang tinggal di desanya, agak jauh dari rumahnya, bernama mbah Agus. Namun sesampainya disana mbah Agus tidak mau menolong karena merasa tidak akan mampu. Beberapa hari kemudian ayah Yuna mencoba ke kediaman mbah Agus itu lagi dengan mengajak ibunya Yuna. Dengan bermodal sepeda onta tua, ibu Yuna membonceng ayah Yuna dan ayah Yuna membantu ibu Yuna mengayuh dari belakang menuju ke rumah seseorang yang amat sakti dan terkenal itu.

“Masa sich mbah ngga mau membantu cucu mbah sendiri..” Ibu Yuna, setelah sampai dirumah mbah Agus dan setelah mengobrol basa-basi perihal alasan kedatangan mereka bertamu ke rumah si mbah.
“Bukannya begitu, masa saya mau kualat gara-gara menyembuhkan suamimu..” Jawab mbah Agus.
“Kualat?..” Ibu Yuna bingung.
Alhasil tidak ada ujungnya obrolan dari mbah kondang yang merupakan selir ratu laut kidul dan sudah memiliki dua anak hasil perkawinannya dengan ratu itu, membuat ayah dan ibu Yuna pulang.

Suatu hari,
Ayah Yuna berobat ke seorang KH. Dimyati Hasbulloh Selopuro Blitar, Kiai yang Bashiroh, dia berangkat bersama sahabatnya bernama Paryono, Ayah Yuna berangkat mulai dari pagi dan sampai disana jam 11 siang, kemudian mereka sholat dhuhur di masjid pondok pesantren mbah yai Dimyati. Setelah sholat dhuhur, ayah Yuna dan pak Paryono masuk ke rumah mbah kyai Dimyati untuk membicarakan tujuan mereka bertamu.

“Menawi tombone injing-injing dugine, kedah nginep mawon, tebih-tebih saking Kediri, perkoro mangan ga usah mikir, nek kene panganan ana akeh… (Mungkin saja obat anda akan tiba pagi-pagi nanti, menginap saja, jauh-jauh dari Kediri, masalah makanan tidak usah dipikirkan, disini ada banyak makanan)” kata mbah kyai Dimyati menjawab cerita dari ayah Yuna yang baru bertamu dengan niat baik ingin berobat kepada mbah kyai yang memiliki pondok pesantren di Blitar itu.

Setelah itu mbah kyai memanggil santrinya, memerintahkan mereka untuk menggali lubang kuburan di belakang masjid ponpes. Ayah Yuna dan pak Paryono itu pun turut membantu proses penggaliannya karena dimintai oleh mbah kyai tanpa tahu apa maksud penggalian itu, kuburan untuk siapakah itu, mbah kyai tidak memberitahu siapapun saat itu.

Dan kemudian mbah kyai memerintahkan santrinya untuk membaca surat Yasin di dekat lubang kuburan itu, lalu mbah kyai berangkat mandi. Kemudian setelah mandi dan berbusana, mbah kyai masuk ke dalam lubang lahat itu dan merebahkan diri di dalamnya, para santri tidak berani bertanya dan terus mengajikan al Yasin.

Bahkan setelah sholat magrib berjamaah bersama mbah kyai sebagai imam di masjid, pengajian masih disambung. Sampai setelah sholat isya berjamaah di masjid pun, di area lubang lahat itu dilakukan khataman al Qur’an, ayah Yuna dan pak Paryono duduk mengaji di samping lubang kuburan yang sudah digali tadi juga.

Maka sampailah pengajian di subuh pagi dan diistirahatkan dengan sholat subuh berjamaah. Hingga sampailah saat kemudian pada waktu mbah kyai akan melakukan sholat dhuha, mbah kyai memanggil istrinya.  Mbah kyai itu berpesan kepada istrinya supaya tamu yang datang dari Kediri nanti dipersilahkan masuk kedalam rumahnya setelah beliau sholat dhuha.

Sang istri yang mengetahui  suaminya sudah selesai sholat dhuha itu kemudian memanggil ayah Yuna dan pak Paryono itu untuk masuk ke dalam rumah mbah kyai Dimyati. Betapa herannya dua pria dari Kediri itu ketika melihat mbah kyai pemilik ponpes itu sudah bersendakep kedua tangan dan memujurkan badan ke utara.

“Lho mbah, saya kesini mau berobat bukan melayat..”Ayah Yuna keheranan.
“La piye wah panggilanku wis teko (Jadi gimana panggilan saya sudah datang)” Mbah kyai Dimyati sambil mempersiapkan diri menyambut jemputan malaikat maut kepadanya.
Singkat kata, prosesi sakarat al maut mbah kyai dikawal banyak doa dari para santri dan keluarga beliau beserta ayah Yuna dan pak Paryono.

Akhirnya ayah Yuna dan pak Paryono itu menghadiri prosesi penanaman jenazah sang waliyullah bashiroh berilmu laduni tersebut itu hingga selesai pengajiannya setelah ashar bersama segenap santri di ponpes beliau pada waktu itu tahun 1988.

Di beberapa waktu lama selanjutnya ayah Yuna berobat ke seorang syaikh bernama Shodiq Yasir pengasuh Ponpes Salafiyah Kapu, Dusun Kapurejo, Desa/Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Beliau ini sangat kondang dengan karomahnya, beliau bahkan diriwayatkan mengimami sholat subuh di Mekah meskipun keberadaan beliau selalu di tempat kediamannya di Kediri. Namun justru mbah Shodiq meminta maaf dengan lembut bahwa beliau tidak bisa mengobati penyakit milik ayah Yuna dengan paras ketakutan kepada seseorang yang seolah bisa terlihat di belakang ayah Yuna oleh mbah kyai Shodiq, entah itu siapa, mbah kyai tidak memberitahukan, sejenak setelah beliau melihat wajah ayah Yuna, beliau langsung menunduk seperti melihat seorang yang berusia lebih tua darinya.

Ayah Yuna yang sudah mulai kehilangan ide lagi untuk bisa berobat itu akhirnya mengheningkan diri dan memikirkan siapa sebenarnya yang mengawasi penyakit ayah Yuna itu. Maka sampailah pada proses dimana ayah Yuna mendapati hidayah dari Allah, bahwa hanyalah Allah yang meridloi dan dirinya yang berusaha meminta ridlo Allah, untuk bisa mengobati sakit itu. Sakit rohani bukan sakit wadaq (fisik), itu sangat susah diobati karena bukan akibat ulah ilmu hitam tapi karena angan-angan ayah Yuna sendiri yang terlalu menggebu akan kejujuran, bagaimana cara membahagiakan kedua orangtuanya yang sudah tiada, bagaimana bisa menjaga generasinya supaya tidak sampai sengsara di alam kubur yang dasyat susahnya. Dan hanya Allah yang bisa menyembuhkannya, maka wajar jika bahkan ulama yang ihlas ingin membantunya justru sampai menemukan jalan buntu bahkan ayah Yuna ditunjukkan bahwa hidup itu harus siap mati dan kembali kepada Allah saja, tidak ada yang bisa menolong selain Allah sekalipun waliyullah.

Ayah Yuna pun kemudian diberitahu lewat mimpi, bahwa dia ditemui sosok yang tidak bisa dia simpulkan keadaannya, sosok itu menyarankannya untuk membaca shalawat. Maka ayah Yuna memperbanyak sholawat. Kemudian berangsur-angsur sakit rohaninya berkurang. Dia akhirnya mulai kembali termotivasi untuk bangkit dari keterpurukan dan memutuskan untuk meminta anak lagi kepada Allah. Lalu Yuna pun lahir beberapa tahun kemudian, jarak usia Luna dengan Yuna adalah 11 tahun. Kemudian lahirlah anak laki-laki yang diidamkan yaitu Yuta, dengan jarak 5 tahun dari kelahiran Yuna. Sampai sekarang (2015), kadang penyakit rohani ayah Yuna bisa kumat, namun dampaknya ke fisik bukan ke pada jiwa lagi. Untuk itu sangat susah jika dia ditinggalkan seorang diri di rumah. Apalagi sekarang, ibu Yuna dan Yuna di Medan bersama Luna, hanya ada Yuta di rumah yang menjaga ayah Yuna. Tentulah kondisi ini membuat Yuna prihatin jika Yuna bermimpi bisa jumpa dengan ayahnya, namun saat bangun tidur, ayahnya tidak ada di dekatnya.

Dari kisah yang diceritakan ayah Yuna itu, sejak mendengarnya itu membuat Yuna sangat berhati-hati terhadap pengetahuan ilmu ghaib, dia tidak berani melakukan apapun dengan sengaja memaksakan kehendaknya sendiri kecuali jika terdesak. Karena tanggung jawab dan akibatnya yang besar. Semua ketakutan akan apa di masa depan harus diserahkan pasrah kepada Allah. Meminta syafaat doa kepada kedua orang tua, para kekasih Allah dan para utusan Allah. Manusia tidak bisa memikirkan segala hal sendirian, kondisi jiwa sudah haruslah tenang. Menghadap! lurus ke depan, menuju siratal mustaqim. Bergantung kepada Allah layaknya anak bergantung kepada ibu setelah lahir. Karena sesungguhnya Allah memelihara setiap keputusanNya kepada mahluk-mahluk yang berusaha berbuat kesholehan.

Seseorang yang mengaku bisa melihat alam kubur pastilah akan mengalami efek samping trauma dan itu tidak ingin Yuna alami, karena pasti akan membuat ayahnya sedih. Bahkan sampai sekarang (2016) ayah Yuna masih bisa melihat alam kubur, bagaimana kehidupan alam kubur tetangga-tetangganya, guru-guru di ponpes Yuna, dan kakek nenek Yuna. Mungkin saja ini yang membuat Yuna menjadi memiliki kelainan kesadaran dimensi, bakat genetic dari ayah Yuna. Itu artinya Yuna selalu dalam bahaya, bisa jadi Yuna yang kurang bimbingan akan tersesat jauh dan justru masuk ke neraka jahanam jika salah menata sikap kepada apa yang selama ini dia anggap adalah sebuah fenomena ghaib yang nyata.

Kisah diatas itu diceritakan kepada Yuna secara detail, setelah Yuna insyaf dan menjadi mualaf (2015) lalu mengaku kepada ayahnya mengenai alasan kenapa dia mau menjadi mualaf.



 ---------------------------------------------oOo-----------------------------------------
KISAH MEI 2018 KERAMAT MENJELANG KEMATIAN AYAH 44N
 ---------------------------------------------oOo-----------------------------------------
༺   1 April 2018 ༻

Kini Yuna sadar, dia ada di kamar mandi sedang mandi keramas..
“Loh bukannya aku tadi di Greenland sedang mandi di telaga ya?..” Yuna keheranan, dia merasa mengenali kamar mandi yang sedang dia gunakan, yaitu kamar mandi rumah Yuna yang ada di Kediri. Tempat mandi itu luas dan lebar, mandi disana rasanya seperti mandi di sungai sebab airnya yang dingin. Itu karena rumah Yuna ada di desa. Karena itu Yuna lekas mentas supaya tidak flu tulang. Dalam kondisi rambut basah dan mengenakan jubbah hitam, Yuna melihat ada seorang pendeta di teras rumahnya sedang menghitung banyak lembaran seperti uang diatas meja kecil yang dia letakkan.

“Koq ada orang di depan rumah sih?..” Yuna heran.
Dia kemudian mengenakan baju dan menuju ke pendeta itu.

“Anda siapa?Ngapain?” Yuna heran.

“Saya menghitung uang hasil jerih payah saya bekerja hari ini.” Pendeta itu mengenakan baju kemeja putih dan berjas hitam dengan peci hitam.

“Umh, kerja apa pak?.” Yuna makin heran dengan banyaknya kertas bertuliskan angka-angka yang dioperasikan dengan rumus matematika yang aneh.

“Jadi pendeta, ngramal-ngramal..kamu mau saya ramal?..” Pendeta itu.
“Emang penting ya?..” Yuna berkerut jidat.

“Ya iya donk, ramalan itu sama dengan main judi, untung berlipat ganda jika pas tepat ramalannya..”Pendeta.

Yuna yang ingin tahu apa maksud pendeta itu kemudian berkata, “Ya udah pak tolong ramal saya deh saya mau liat peruntungan saya dimana..”.


“Tulis nama kamu di kertas ini..”Pendeta itu memberikan Yuna kertas dan pulpen.

Yuna menuliskan nama lengkapnya disitu lalu memberikan kertas itu kepada pendeta setelah selesai menulisnya.

“Wah..” Pendeta itu menghitung angka-angka yang didapat dari nama itu.
“3+8+5=16 16/3=5.333 16-5=11
Wah nama kamu ini ngga membawa keberuntungan buat kamu..coba kamu ubah atau ganti nama kamu itu menjadi hanya memiliki 11 huruf saja biar kamu banyak untung!!..” Pendeta itu menghitung di kertas lalu memperlihatkan kertas itu kepada Yuna.

“Koq gitu sih?..” Yuna melihati kertas itu.
“Iya karena nama itu bukan ketentuan tuhan.”Pendeta itu.
“Tuhan namanya siapa?..” Yuna.
“Tuhan Dajjal..”Pendeta.
“!!!!!!!!!?...
Ah gila…” Yuna nylonong  masuk kedalam rumah tak habis pikir.

Yuna ingin mencari dimana ibunya, maka  Yuna ke dapur supaya ibunya mengusir pendeta itu tapi justru ibunya tidak ketemu. Kemudian ada suara satu pria dan satu wanita bertamu.

“Assalamu alaikum!!..” itu adalah suara tetangga Yuna yang datang dari pintu samping rumah Yuna.
“Wa alaikum salam…” Yuna menyambut.
“Dari mana aja, mbak Yun… minta uang sakunya dong… bagi rejeki ke kami…” Si ibu tetangga menjabat tangan Yuna.

“Iya nih, dari mana aja… wong dicariin selama ini..”Si bapak tetangga, suami si ibu tadi.

“Oh, iya ini..sebentar…” Yuna merogoh saku roknya lalu mengeluarkan beberapa lembar mata uang kerajaan aether.

“Makasih lho ya mbak Yun..”Ibu tetangga.
“Iya maaf adanya segitu… saya ngga dikasih banyak soalnya…” Yuna memang tidak memiliki banyak, mungkin jika dirupiahkan hanya bisa memberikan 17 ribu rupiah.

“Iya ngga apa-apa..”Ibu tetangga.

Kemudian dia melihat ayahnya masuk ke kamar tidur Yuna dan menggeledah buku agenda amalan lighter Yuna sehari-hari selama Yuna di Medan.Karena ada buku catatan agenda kegiatan setiap anak-anak yang diasramakan ke kerajaan aether sehari-hari.

“!!!?...” Yuna celingukan melihati ayahnya itu, dibeberapa lembaran buku itu ada halaman yang menunjukkan bahwa prestasi Yuna itu SUNGGUH SANGAT MEMALUKAN.
Aduh gimana ini, aku malu sama bapak..’Yuna bingung, membatin.

“Yuna!!”Suara ayah Yuna dengan gagah memanggil Yuna dengan agak keras.
“Ya!!...” Yuna.
“Sebentar buk, bapak manggil aku..” Yuna melepaskan tangan tetangganya yang menjabatnya.
“Oh, ya! Ya! Makasih ya, Yun..” Tetangga Yuna lalu pergi berlalu sambil uluk salam.
“Yuna, cepat duduk di ruang tamu!!.” Ayah Yuna masih membaca buku amalan Yuna sehari-hari di kamar Yuna. Yuna menjawab salam tetangganya lalu..

“!!!!..” Dengan berdebar-debar Yuna kemudian berlari ke kamar karena malu kepada ayahnya, seketika dia lupa dengan apa yang akan dia lakukan terhadap pendeta itu.

Yuna berharap Ayahnya akan memaklumi kesehariannya dan terus memberi kesempatan Yuna untuk berubah dan jangan memarahinya.
“Bapak!!...” Yuna.

Ayah Yuna meletakkan buku agenda amalan Yuna selama ini lalu duduk di tempat tidur, dia seperti megurungkan niat untuk bicara kepada Yuna di depan ruang tamu karena melihat muka Yuna yang malu.

Yuna memeluk kaki Ayahnya dan bersujud sambil menangis malu.
“Nak, bapak diundang ke kampusmu, ada acara lulusan wisudamu nak..” Bapak Yuna di mimpi itu memandang Yuna  dengan muka tegap ke depan hingga hanya menundukkan pandangannya untuk melihat Yuna, badan yang tegap berisi, mengenakan baju dan sarung putih mengkilat bersinar, dan peci yang hitam legam berseri, namun matanya sayu dan trenyuh.

“Bapak!!!....” Yuna menangis.

Dia sangat jarang bertemu dengan ayahnya di mimpi dan kini tubuh ayah Yuna berubah sangat drastic, busananya juga sudah sangat berubah.Ini menandakan pertemuan ayah Yuna tahun lalu yang menunjukkan kondisi ayah Yuna yang parah memprihatinkan itu kini terperbaiki.Ini adalah kesempatan terbesar Yuna untuk meminta bantuan ayah Yuna, meminta bantuan supaya bisa menghadapi pasukan dajjal yang semakin ganas keluar ke permukaan bumi.

“Bapak!! Bapak aku dipelet pendeta setan, pak… (beberapa hari lalu saat ekspedisi meneliti LV, bahkan hari ini ada pendeta yang sampai mengikuti Yuna dan malah bikin lapak di depan rumah akibat Yuna sering mencari kabar tentang organisasi satanis milik Yahudi, itu adalah hal yang disengit/tidak disukai ayah Yuna, Yuna takut marah karena ayahnya tidak suka Yuna melakukan hal itu dengan alasan berbahaya dan mendatangkan banyak mudharat).

Aku takut jika aku akan jadi korban dia pak… aku mohon pak, bapak harus ruqyah aku pakai ayat kursy pak…” Yuna memeluk ayahnya sambil menangis, antara malu, takut kehilangan dan tidak bisa percaya sebentar lagi ayahnya akan berpindah dimensi karena waktu dinasnya sudah hampir  habis, air mata tidak henti-hentinya mengalir.

Dengan kata lain Yuna sudah mendapatkan firasat bahwa usia ayahnya sudah tidak lama lagi (2018).

Yuna lega ayahnya kini sudah menjadi bersih tidak seperti dulu yang penampilannya sangat memprihatinkan, mungkin saja sakit rohani ayah Yuna sudah sembuh sekarang. Dan beberapa hari lalu di dunia manusia, Yuta mengabarkan dari telfon bahwa jangankan menunduk, menoleh untuk salam saja badan ayahnya sudah tidak sanggup. Ayahnya sering mimisan darah kental dan bahkan beberapa kali terbaring di kamar tidur dengan kondisi badan yang sangat ringkih dan rapuh, sebelah matanya sudah rabun dan benar-benar tidak ada pancaran membahagiakan jika dilihat. Itu semua karena fisiknya yang menua dan semakin ringkih mengalami proses pembersihan angkara diri.

Yuna paling sedih saat mengingat ayahnya bicara ‘Aku tidak akan mati dengan tenang jika tidak melihatmu wisuda’ dan kali ini di dunia pararel ayahnya megabarkan akan datangnya momen itu. Baginya adalah pertanda besar Yuna akhirnya akan bisa wisuda.

“Iya, bapak akan meruqyah kamu nak..” Ayah Yuna tidak melihat Yuna, dia melihat ke arah  lurus di depannya dan badannya tetap tegap.

Yuna menyadari bahwa sang ayah terus mendekati jadwalnya dia kemudian terbangun dari tidurnya begitu saja.

“Bapak!!!..” Yuna bangun dan tersadar.
Dia melihat jam, 8 pagi.

Yuna meraih telfon dan menelfon ayahnya yang ada di Kediri.Tapi tidak diangkat, pikiran Yuna menggrambyang kemana-mana. Dia menelfon berkali-kali hingga akhirnya diangkat juga oleh ayahnya.

Kali ini Yuna tidak ingin menyia-nyiakan waktu momentum berkualitas dengan ayahnya, dia ingin menanyakan apapun kepada ayahnya sebagai bekal kelak jika ayahnya sudah berpindah dimensi ke alam barzah.

Dari percakapan itulah Yuna mendapatkan ilmu dari ayahnya, bahwa ilmu seseorang akan menitis kepada tujuh generasi. Dan sebenarnya saudara diri yang lahir ke bumi itu ada ribuan, karena berasal dari angkara baik dan buruk yang dibawa seorang pribadi ke bumi. Dan saudara-saudara diri itulah yang membantu manusia menggapai impian dan jawaban yang pribadinya inginkan. Segala wujud pengetahuan dan pengalaman spiritual termasuk perjalanan interdimensi mendidik diri sendiri menjadi baik dan buruk itu sebenarnya dibantu oleh saudara diri pribadi yang turut mengawali kelahiran. 

Ada saudara pribadi yang mencerminkan penjiwaan angkara yang arif/tua, ada yang angkara yang lugu atau polos seperti anak-anak, dan ada yang menjiwakan pribadi yang angkuh dan tidak tahu malu bahkan kafir menjadi sosok jin yang sangar. Dan itu semua wujud sifat yang jika menjadi satu maka menjadi diri kita sendiri. Jadi ada yang bisa dilihat, wujudnya seperti orang tua,pendeta, ratu, resi, raja, kesatria, jin fasik bahkan anak-anak dan binatang.

Ilmu yang menitis itu sikap dan sifatnya seperti yoni/ilham/cahaya/symbol dan mereka itu ada yang berwatak hitam, putih dan merah. Ada yang berangkara kuasa/hitam, nerima dan gemar menengahi atau mengalah/putih, dan ada yang gemar mengadu keuatan/merah. Bisa jadi si hitam itu menjelma menjadi seorang kakek tua seperti yang terjadi saat Yuna dilindungi kakek tua renta yang harus dibacakan ayat kursy dahulu supaya kakek itu menjadi kuat saat Yuna diganggu seseorang yang menggunakan ilmu leluhurnya. Itu karena angkara kuasa Yuna lemah sehingga itu wujud Yoni itu merenta, dan jika penampilannya tua maka ilmu titisan yang menitis kepada tua itu berwatak seperti orang tua, susah dibantah dan berasal dari leluhur yang sudah tua. Menjadikan si anak keras kepala dan keras hati.

Kadang yoni ilmu yang menitis berwarna putih itu ada yang berwujud seperti seorang kakek-kakek, seperti yang terjadi kepada Yuna saat ingin mempelajari ilmu ghaib. Yuna dalam mimpi ditemui seorang kakek-kakek yang mengajarinya cara menahlukkan api panas jingga hingga merah dan kehitaman. Karena menunjukkan kepada Yuna bahwa ilmu ghaib itu bagaikan api. Yuna ditunjukkan jenis-jenis api neraka yang akan melalap manusia yang gemar mempelajari ilmu ghaib, mengumbar apa yang menurutnya dilihat benar, tapi susah membuktikannya ke dunia manusia. Dan hanya manusia tulus yang mempelajari ilmu ghaib supaya memperkuat imannya kepada Allah yang bisa merasakan bahwa api-api itu dingin. Semakin merasa bisa dan tahu mengenai ilmu ghaib tanpa bisa membuktikan kebenaran dari hadirnya ghaib itu maka akan merasakan panas api itu. Karena itu Yuna tidak ingin membahas bab-bab ilmu ghaib yang tidak bisa Yuna buktikan kehadiran/kebenarannya kepada orang lain dengan cara cosmic diving.

Dan yoni ilmu merah yang menitis itu kadang bisa menjelma menjadi sosok bercahaya/ratu/raja/ksatria/pendeta/resi atau apapun yang biasanya menunjukkan target manusia sejati hidup seharusnya seperti apa. Seperti saat Yuna mengaji di tanggal 31 Desember 2017 di malam pergantian tahun baru, Yuna diajak ke alam hayalan oleh sosok yang menyilaukan dan menunjuk ke atas, disana ada daratan taman dengan sungai yang airnya bukan air biasa, Yuna menanyakan apakah dia boleh ke sana saat sudah mati dan sosok itu mengatakan : ‘Tidak, kamu adalah anak yang durhaka kepada ibumu. Tidak ada tempat di surga bagi orang yang durhaka, minta maaflah ke ibumu. Karena dia kunci  surga bumi dan surga akhiratmu.’ 

Dan saudara ruh sejati dari diri sendiri adalah yang menjelma sama muka dan rupanya dengan diri sendiri. Itu seperti contoh yang Yuna alami saat bertemu dengan sosok bermukena putih menunjuk jari tauhid dan mengatakan 3x dengan tegas bahwa iblis adalah musuh manusia, setelah Yuna dzikir di pasca sahur pertama bulan puasa ramadhan tahun 2014 lalu.

Kesemuanya itu adalah contoh sosok saudara diri sendiri, dari Yuna sendiri yang ayah Yuna contohkan saat dia mengajarkan pesan ilmu ghaib kepada Yuna agar anaknya selamat. Dan itu berlaku kepada Guardinal Greenland, dan  siapapun yang tinggal di dalamnya. Yang mana ternyata mereka semua itu adalah saudara dari Yuna.Bisa dikatakan Greenland itu adalah tempat dimana saudaranya tinggal, dan Yuna mulai tercerahkan disitu mengenai segalanya. 

Bahkan, itu dimiliki oleh setiap manusia!.Setiap manusia memiliki saudaranya sendiri dan dibina oleh mereka untuk menjadi manusia yang selamat, itu bisa terjadi jika manusia berkepribadian bersih dan tidak memiliki penyakit hati. Namun jika memiliki penyakit hati maka saudara mereka menjadi setan bagi mereka sendiri., dan akan terus menyusahkan manusia itu supaya manusia itu berubah, itu semua adalah cara untuk mengingatkan agar manusia kembali ke fitrahnya seperti saat turun ke bumi.

Dan alam-alam yang selama ini ada dalam diri itu dinamakan dengan jagat angan-angan/etheric world/jagat pusar/angkasa. Angkasa itu adalah suatu wadah dalam diri,sama dengan wadah dalam diri bumi karena itu ada istilah luar angkasa. Siapapun orang itu memiliki jagat besar dalam jiwanya. Jadi yang selama ini Yuna arungi yaitu Greenland adalah alam dalam dirinya sendiri yang terhubung dengan apa yang terjadi di luar tubuhnya. Itulah tanda bahwa manusia itu saling terkoneksi dengan sekitarnya.

Memang dahulu, Yuna menginginkan agar dia tidak sendirian di bumi ini kepada Allah setelah Yuna menjadi mualaf. Kemudian entah bagaimana bisa, ada alam yang memberitahu bahwa Greenland ingin mengkoneksikan diri dengan Yuna. Namun anehnya Greenland itu ada di dalam sebuah bintang. Dan Menurut ayah Yuna adalah sejatinya seluruh alam itu saling terhubung juga dengan pribadi jiwa yang lahir karena seluruh mahluk dahulu datang dari atas sana, Sidratul Muntaha.

Semenjak Greenland di dalam diri Yuna terbuka, sejak itu Yuna bisa berkomunikasi dengan jin bangsa peri langit yang disebut dengan cosmic diving. Bagi Yuna alam ini menyimpan memori semua kejadian maka langit adalah saksi bisu ulah semua manusia yang memiliki hati kotor dan bersih. Bahkan kebenaran suatu kejadian dan kehadiran ghaib itu juga disaksikan oleh alam, karena itu Yuna merasa tertolong dengan cosmic diving dia bisa meminta kepada Allah untuk diizinkan mendapat konfrimasi kebenaran suatu hal ghaib yang sering dia alami, dapati dan lihat.

Satu pesan ayah Yuna sampai saat ini masih dia jalankan, “Kamu itu memakai kitab perempuan (perempuan tidak boleh bertingkah seperti laki-laki: memimpin jihat/bertarung seorang diri), makanya kamu itu butuh catatan, kamu catat supaya bisa kamu pakai untuk menerangkan kepada anak cucu kamu kelak, jaga-jaga jika kamu lupa, perempuan itu akan mudah hilang ingatannya..”. Dan untuk itulah Yuna membuat blog diarynya kini menjadi lahan Yuna menyimpan cerita aneh yang terus saja dia alami semenjak tahun 2013. Dengan berkamuflase menggunakan metode pemecahan kepribadian dari yoni-yoni yang dimilikinya kedalam akun-akun Facebook, dan bekerja sama dengan teman-teman yang dia temukan, Yuna pun melakukan penelitian untuk melihat kenyataan yang sedang terjadi di bumi di era pertumbuhannya. Meskipun dengan itu akhirnya Yuna dipermalukan oleh banyak orang yang tidak terima dengan tingkah lakunya yang menunda pembongkaran niatnya dalam penelitian itu. Tujuannya hanya membuktikan bahwa Allah itu adalah tuhan para pemenang pemegang al-Qur'anul Karim.

Setelah menelfon ayah Yuna, Yuna menjadi teringat tentang semua kabar yang dia dapatkan di asrama aether sejak malam Jumat hingga ahad hari itu, tanggal 1 April 2019 bahwa April adalah hari panen bangsa iblis, mereka mencari banyak makanan untuk hibernasi menghadapi datangnya bulan-bulan dimana gerbang sorga akan dibuka. Tandanya, akan ada banyak pertumpahan darah tumbal tidak hanya lewat perang, biasanya lewat tindak kriminalitas yang diusahakan satanic untuk menggoda manusia menjadi mahluk yang berambisi dan murka.


-------------------ooOOoo-------------------
Yuna pun kemudian menghubungi Gold yang sudah pensiun dari grup Greenland, Gold mengabarkan bahwa dia bertemu dengan seorang perempuan berponi kotak dengan rambut sepunggung. Gadis manja itu terperangkap di sebuah rumah kayu besar berlantai dua yang memiliki halaman luas di depannya dan pintu belakangnya menhadap hutan yang sangat lebat. Gold mendobrak pintu itu untuk mengeluarkan anak gadis itu.Anak itu menunjuk ke atas balkon rumah itu. Disana sudah berdiri sosok hantu perempuan beraura mistik yang sangat kuat.Gold bermeditasi sejenak setelah menenangkan gadis yang ternyata adalah anak indigo interdimensional itu.Anak itu sampai duduk diatas pangkuan Gold karena saking takutnya dengan sosok itu.Gold menghentakkan energinya ke tanah dan terjadilah sebuah gejolak besar sampai mahluk itu terpelanting meledak.

Gold bangkit dan menggandeng gadis itu pergi, beberapa langkh lama setelah itu mereka berdua menemukan sebuah masjid berarsitektur seperti sebuah kastil.Dan Gold berpikir untuk sholat dhuhur dulu sejenak sebelum melanjutkan perjalanan pergi dari dimensi itu.Gold mengajak gadis itu wudlu dan memasuki masjid.Namun anehnya tidak ada sekat tirai pembatas shaf laki-laki dengan perempuan. Dan sholat yang diperagakan itu aneh. Setelah takbir dikumandangkan, sang imam menyanyi lalu music terdengar dimana-mana, Jemaah menari-nari. Dan kemudian sang imam melakukan kutbah untuk menghancurkan pilar-pilah organisasi ulama di Indonesia khususnya di daerah pulau Jawa untuk bisa kuasai nusantara. Gold dan gadis itu geram mendengarnya lalu mengeluarkan tenaga dalam.

Serta merta mereka sadar bahwa ada orang diluar golongan mereka yang tengah mendengarkan perbincangan mereka.Mereka berdua dikepung, terjadi perlawanan dari Gold dan dia membawa gadis itu keluar masjid. Gold membuat portal supaya gadis itu bisa keluar dari dimensi kembali ke asalnya. Dan karena membuat sebuah portal itu menguras banyak energy Gold maka Gold pun terpaksa menggunakan pertolongan spirit phoenix dalam dirinya. Seekor spirit energy phoenix keluar dari tubuhnya ke atas dan menghisap Gold masuk kedalamnya dan Gold terbangun.

Yuna ternganga, apa yang dijelaskan Gold itu adalah apa yang ditemui oleh Ruby dan kisahnya sudah dia ketik di diary onlinenya. Kemudian Yuna menceritakan apa yang dia ingat setelah menelfon ayahnya tadi pagi.

Yuna diajak berkumpul dengan sebuah golongan yang mengenakan busana putih dan Yuna duduk di barisan belakan para Jemaah laki-laki. Disana ada laki-laki berkerudung masih berjenggot hitam dan hidungnya mancung. Dia berkata sekarang ini banyak manusia dibuat seolah mereka itu ke langit dan melihat cahaya sinar yang sangat besar dan dasyat auranya memancar dengan tenang dan lembut. Nur itu akan disangka oleh orang itu adalah aura dari Allah, padahal itu sama statusnya seperti matahari. Nama nur itu adalah nur alamin, itu adalah pancaran cahaya kekayaan dari nabi Muhammad shalallau alaihi wa salam. Awalnya orang berpikir sebelum ke langit mereka sudah melihat matahari, matahari bersinar keemasan dan cahaya yang satu ini lebih dasyat besarnya dan sinarnya mendamaikan dengan lembut. Banyak diantaranya yang diplesetkan dan dibuat mengerti bahwa itu adalah Allah oleh jin yang merasuk ke dalam inti pikiran mereka lewat bisikan-bisikan kalbu. Dan disitu umat manusia akan terpecah belah, mereka akan saling bermusuhan satu sama lain mengagungkan tuhan dalam persepsi mereka masing-masing.

Dajjal akan turun sebentar lagi, dan kita akan saksikan betapa dasyatnya saat itu. Kemungkaran terjadi dimana-mana dan dia membentuk banyak pasukan dan kelompok yang tersebar dari seluruh penjuru di bumi.

Yang bahaya dari misi mereka ini adalah membuat siapapun yang mengalami sakaratul maut, saat ditanya berapa tuhanmu mereka akan menjawab dua bahkan tiga  atau bisa liebih karena di kepala mereka saat itu teringat akan cahaya putih yang menyilaukan tapi tenang tadi. Dan jika mereka menjawab lebih dari satu maka mereka sia-sia dalam menjalankan amal hidup saat ini.


Tiba-tiba ingatan Yuna menjadi jelas segalanya, namun sayang telfon dengan Gold terputus, Yuna pun memutuskan untuk membuka kitab al-qur’an dan menghafalkan surat Kahfi.


----------------------oOo----------------------
༺ 4 Mei 2018 ༻

Yuna dalam mimpinya..
Dia melihat di langit ada jembatan membentang dari ujung utara ke ujung selatan, jembatan melayang itu tidak disangga satu pilar pun. Tiba-tiba hujan turun, Yuna berlari menuju bawah jembatan untuk berteduh kemudian dia melihat ada orang duduk dibawah sana. Ternyata ibunya.
"Buk, hujan, ayo pulang!." Kata Yuna saat berhasil mendekati ibunya.

"Ayo ke rumah ibu aja." Jawab ibu Yuna.
"Dimana?." Yuna bertanya.
"Di loteng masjid agung itu." Tunjuk ibu Yuna ke sebuah masjid megah yang berdiri di kejauhan.
"Kenapa ibu tinggal di loteng masjid? kan ga boleh perempuan menjaga masjid." Jawab Yuna.
"Ibu bekerja di sana." Jawab ibu Yuna.
Singkat kata saat mereka hendak ke masjid itu, Yuna terbangun.

Yuna kemudian menelfon ayahnya untuk melaporkan kejadian mimpi itu dan ayah Yuna menjawab "Oh ini sudah waktunya ibumu harus siap." tanpa menjelaskan secara rinci apa maksudnya.

----------------------oOo----------------------
༺ 11 Mei 2018༻

Yuna tidur, Jum'at siang itu Yuna belum juga bangun. Dalam mimpinya..

Yuna di dalam mimpi kini berdiri di halaman rumah, mengelus kucing. Tetapi suatu hal terjadi dengan aneh, dia melihat matahari dan  bulan berjalan ke barat menuju ashar dengan sangat cepat, matanya pun menuju ke fenomena itu sambil menggendong kucing coklat yang dulu sudah meninggal namanya Chebells. Kemudian bulan dan matahari kembali ke timur.

"Asyhadu alaa ilaha ilallah wa asyhadu anna muhammad rasulullah!." Yuna terus mengucapkan itu sampai bulan dan matahari mencapai ketinggian di atas ubun-ubunnya lalu beradu menjadi satu di arah timur dan terpisah lagi menuju pucuk timur di ujung ufuk bumi hingga malam menjadi gelap.

Yuna melihat ayahnya keluar dari rumah, ke teras melihat sekitar.
"Ngapain ayahku di situ, bukannya dia sudah meninggal dunia?." Heran Yuna.

Kemudian hal aneh terjadi, Yuna melihat ada batu berwarna ungu kehijauan jatuh dari langit timur laut menuju ke tenggara. Yuna melepas Cebells dan sontak berlari ke belakang rumahnya yang menghadap ke timur. Batu besar dari langit itu jatuh menghantam bumi dengan suara yang sangat kencang dan menyeramkan dan kejadian itu menyebabkan seluruh permukaan bumi menghempaskan tanah dan debu dengan sangat dasyat kekuatan lajunya hingga semua bangunan yang tersapu oleh tanah yang terlontar dari ledakan hantaman batu bersinar di kegelapan malam tanpa bintang karena langit pun tiba-tiba berkabut tadi itu pun akhirnya rata dengan tanah.

Tetapi anehnya rumah Yuna tetap berdiri kokoh, juga beberapa rumah yang sering digunakan untuk sholat.masih tersisa. Kini tinggallah Yuna seorang diri, tidak ada orang lain di tempat itu. Sunyi.

"Asyhadu alaa ilaha ilallah wa asyhadu anna muhammad rasulullah... astaghfirullah hal adzim, apa aku mati?." Mata Yuna tidak berkedip melihat sekitarnya yang sudah dikubur oleh tanah, dirinya aman karena tanah yang menyapu tidak menembus rumahnya yang dia jadikan tempat persembunyian tadi. 

Kejadian itu sangat dasyat!, rumah-rumah orang yang gemar sholat di dalam rumah pun tersisa beberapa, terlihat di kejauhan. Mirisnya, jumlahnya tak sebanyak rumah yang sudah hancur.

Akhirnya Yuna bangun. 
"Allah Allah Allah Allah Allah ....." Jantung Yuna rasanya mau meledak, bangun dengan kondisi berdebar-debar.
Dengan keheranan dia bergumam.
"Kenapa aku mengatakan ayahku sudah meninggal? kan ayahku masih hidup.
"Aku harus menjaga sholatku, itu wasiat agar aman di jaman akhir ini!." Yuna mengelus kepalanya masih tak habis pikir tentang mimpi pertama kalinya itu. Yuna tidak berani menceritakan mimpi itu kepada ayah Yuna, dia tahu pasti apa maksud dari mimpi itu.


"Aku didatangi orang, dia bilang waktuku tinggal sedikit di waktu ashar, aku sudah diajak pulang...." Itulah ucapan ayah Yuna di telfon malam ini.

Bagaimana mungkin, ini semua harus dipersiapkan secara mental oleh Yuna.

-----------------oOo-----------------
༺ 19 Mei 2018 ༻

Yuna dalam tidurnya lagi-lagi melihat matahari dan bulan berjalan ke barat lalu kembali ke timur.
""Asyhadu alaa ilaha ilallah wa asyhadu anna muhammad rasulullah!." Ucap Yuna.
Bumi kemudian berguncang, rasanya seperti terjungkir balik. Yuna pun jatuh ke tanah dan memejamkan mata dengan lemas.
"Allahuma shali alaa muhammad!! Allahuma shali alaa muhammad!!Allahuma shali alaa muhammad!!Allahuma shali alaa muhammad!!Allahuma shali alaa muhammad!!.." Yuna terus mengucapkan itu.

Tiba-tiba kakinya dipegang sepasang tangan dan menyeret Yuna ditengah guncangan bumi.
"Allahuma shali alaa muhammad!!Allahuma shali alaa muhammad!!Allahuma shali alaa muhammad!!" Yuna terus mengucapkan sholawat ketika sadar dia sudah keluar dari jasatnya dengan tangan yang terus menyeret kakinya.

Lama sekali Yuna merasa terseret seperti beberapa puluh tahun melintasi lorong angin yang sangat kuat tetapi matanya tak sanggup melihat untuk mengintip sebenarnya sekarang ada dimanakah dia itu, hingga akhirnya Yuna merasa tubuhnya mendarat di sebuah lantai yang tenang dan sepasang tangan itu melepaskan kakinya. Hal aneh terjadi Yuna merasakan bibirnya tergerak sendiri untuk tersenyum.

"Kok aku senyum?." Yuna keheranan sambil membuka mata.
Di hadapannya terpaparkan banyak bintang yang terlihat lebih dekat. Yuna pun berusaha bangkit dan ternyata tubuhnya melayang. Dia kini ada di sebuah ruangan balkoni rumah yang terang redup tanpa lampu. Dia turun ke ruang utama dan melihat wanita cantik bergaun merah tersenyum menyambutnya.
"Apakah kau ibuku?." Tanya Yuna, dan wanita itu tersenyum sambil mengangguk.
"Dimana ayah?!." Seru Yuna.
"Tidak tahu." Jawab wanita itu dengan tenang.
"Aku punya hutang kepada ayah!." Yuna tiba-tiba melihat ke cermin lemari kaca di rumah itu dan mendapati mukanya berubah menjadi buruk rupa dan mulutnya cemberut.
"Aku belum mau mati! aku ingin pulang, aku harus bantu ayah!." Dan Yuna pun terbangun.
"Allah .. Allah Allah Allah Allah Allah ...." Jantung Yuna berdegub kencang karena bangun dengan kaget.
"Mungkinkah aku dikasih tahu rasanya setelah kematian supaya aku tidak sedih setelah ayah meninggal esok?." Gumam Yuna.

------------------oooOOOooo-----------------
༺ 23 Juni 2018 ༻
Yuna mendarat di Jakarta pukul 6 pagi, kaki kanannya menyentuh tanah Jawa setelah dia terbang dari Medan karena mendengar kabar bahwa dokter sudah menolak ayahnya tadi malam. 
"Aku tidak merasakan penderitaan ayah lagi, syukurlah.. tapi apa benar ayah sudah tenang." Gumam Yuna sambil menuju ruang pengambilan barang di bandara bersama Luna sekeluarga.

Karena tiket mendadak, maka suami Luna kerepotan membeli tiket yang habis dan harus menunggu sampai jam 12. Akhirnya karena faktor lelah Yuna tidur di ruang tunggu di loby bandara. Dan saat pukul 7 pagi, Yuna terbangun dan mendapati Luna menangis.
"Ada apa, Putri?.. ." Tanya Luna kepada anak sulung Luna.
"Kakek sudah meninggal, tante.." Jawab Putri dengan nada lemas.

"??? Benarkah aku sudah tidak punya ayah?." Yuna tidak merasakan sedih, bahkan dia tidak percaya bahwa sudah kehilangan ayah. Dia bahkan yakin bahwa ayahnya masih hidup karena Yuna bisa merasakan keberadaannya yang masih hadir di bumi ini.

Singkat cerita Yuna sampai di Kediri pukul 8 malam. Sesampainya di rumah, dia langsung ke dalam rumah mencari sosok ayahnya yang sudah dikubur tadi pagi. Yuna tidak mendapati hawa keberadaan ayahnya, Yuna pun lari ke dapur dan ...

Hawa keberadaan ayahnya terasa!

"Ayah pasti di sini!!.. maafkan aku, ayah! aku terlambat menemuimu!!!.." Yuna barulah menangis, menyadari pasti sang ayah sedang melihatnya.

"Aku janji, aku akan meneruskan cita-citamu, menjadi anak yang sholeh!." Yuna merasa yakin ayahnya sedang mengangguk, batinnya mengatakan demikian.

Yuna berjanji dia tidak akan menangisi kepergian ayahnya agar ayahnya tentram hati untuk menungguh jemputan temannya dari alam barzah beberapa hari ke depan.


---------------oooOooo--------------
༺1 Juli 2018༻

Yuna merasa sedih, ingin menyusul ayahnya karena semakin merasakan susahnya tinggal di bumi sebagai manusia di zaman yang sedang rusak. 

Yuna sejak kecil memiliki ingatan bahwa ia pernah berada di sebuah padang rumput yang luas berembun kemilau, disana banyak anak kecil seusianya memegang mainan masing-masing, saat itu Yuna memiliki bola untuk selalu dia mainkan. Disana tidak ada malam, sehingga sepanjang hari anak-anak di sana bermain, disana tidak ada rasa lapar dan haus. Setiap anak memiliki ayah asuh yang memelihara keperluannya di setiap jadwal  Yuna sejak kecil merindukan ayah asuhnya meskipun di dumi dia memiliki ayah kandung yang senantiasa ada untuknya, memanjakannya karena Yuna adalah anak ke tiga yang dimanjakan sang ayah. Bahkan Yuna sering menangis saat ia menyendiri melihati langit di masa kecilnya. Kerinduan dan ingatan itu masih kuat hingga usianya kini beranjak dewasa.

Barulah di usia 21 tahun, ia menanyakan hal itu kepada ayahnya.
"Apakah ayah pernah ke langit?." Yuna menanyakan itu.
"Di langit itu tidak ada apa-apa yang menarik, hanya hamparan rumput yang luas tanpa pohon. Hanya ada satu pohon besar yang berdiri di sana dikelilingi anak-anak kecil. Itulah tempat sebelum kita lahir dan itu batas kita bisa melihatnya dari sini." Jawab ayah Yuna.

Itulah daratan di langit yang tidak pernah mendarat ke bumi, Neverland. Dibawahnya kerajaan-kerajaan peri Sabahul Muhith yang berjumlah sangat banyak dan berlapis-lapis memiliki budayanya masing-masing.

Dia rindu dengan pohon besar yang dulu berdiri gagah di tengah padang rumput kelahiran saat dia menanti daun namanya jatuh agar diantar malaikat turun ke rahim ibunya, embunnya yang sejuk, tawa anak-anak sebayanya. Dulu sebelum ke bumi, ia begitu bahagia, kini ketika di bumi justru dia melihat banyak kesedihan. Dulu dia bersemangat menanti ke bumi dengan harapan akan berpetualang mengamalkan ilmu yang sudah dia pelajari sebelum akhirnya lulus dan boleh ke padang kelahiran. Baginya dulu, bisa lulus ujian tes sebelum masuk ke padang kelahiran dengan nilai cukup sudah sangat memuaskan. Sangat bersyukur, dia dengan bahagia dan tenang ingin menjelajahi bumi menikmati drama Allah. Dia yakin bahwa ingatannya sudah ia latih sangat kuat. Dia terus bernyanyi tentang Allah di sepanjang hari.
"Pokoknya aku harus ingat! Allah! pokoknya aku harus ingat! aku di sini! kalau sudah lahir aku ga boleh lupa!." Teriaknya sambil asyik mengejar bola yang memantul-mantul melewati anak-anak yang memainkan kapal terbang, truck dan lain sebagainya.

Sampai datanglah suatu hari.
"Ayo ikut ayah!." Kata pria yang tersenyum tulus dengan muka rupawan dan masih muda sekitar 30 tahun, menghampiri Yuna dan menggandengnya pergi.

Setiap anak yang akhirnya digandeng oleh Yuna umumnya membawa mainannya untuk dibawa ke bumi sebagai bekal, tetapi Yuna membuang bolanya dan terus menunjuk dengan satu telunjuknya sambil berkata terus tanpa henti.
"Iblis adalah musuh manusia! Iblis adalah musuh manusia! iblis adalah musuh manusia!." Karena dia paham bahwa bekal hidup dibumi adalah mengetahui aturan mainnya, yaitu setelah turun ke bumi Yuna sudah bukan jiwa lagi tetapi berupa manusia. Maka tugasnya adalah memusuhi iblis, itu ibadah utama yang harus dilaksanakan. Dan cara memusuhi iblis itu bermacam-macam, yang utamanya adalah iblis tidak sholat karena itu harus sholat dan lain sebagainya.

Tetapi sayangnya, hanya itu yang akhirnya Yuna ingat. Karena terlalu sulit untuk bisa mengingat banyak hal sebelum lahir dari rahim.

Yuna pun mengalami lupa, ditambah mendapatkan gangguan dari jin dzalim. Jin dzalim berusaha membuat Yuna menyukainya berkali-kali, Yuna dikasih kekuatan sihir untuk bisa mengendalikan angin lewat mantra-mantra yang dia ajarkan dengan bisikan, Yuna dikasih kecerdasan meramal sehingga banyak pejudi mulai mempercayai semua ucapan Yuna kecil. Apapun, tetapi ayah Yuna tidak membiarkan.  Dibawah bimbingan ayah Yuna, dia belajar ilmu kehidupan setelah mati.

"Oh! iya!! aku ingat!, aku harus keluar dari tempat ini! (bumi)." Yuna melihat langit, kini dia sadar bahwa dia sedang berada dalam aquarium raksasa.

Bagi Yuna, saat ini di sebuah labirin besar tetapi menggunakan sistem kehidupan. Kuncunya adalah Iblis Adalah Musuh Manusia, dengan memahami itu maka kebenaran akan selalu datang, harus parcaya Allah saja, teman bertanya hanyalah Allah. Dan saat ini bisa menggunakan al-Qur'an. Yuna pun sejak itu mulai dilirik beberapa peri yang tertarik dengan kegiatan konyol Yuna yang kekanak-kanakan. Mulai darisanalah Yuna akhirnya memiliki teman para peri, yang mana mereka juga warisan turun temurun dari ayah Yuna sendiri.

Dan saat kesedihan Yuna mulai berlarut..
"Ke balkon!." Bisik seekor peri Greenland kepada Yuna yang sedang duduk di dapur.
Yuna pun beranjak dari duduknya menuju balkon kamarnya.
"............Subhanallah! woah!." Yuna terbelalak.
Teman-teman peri Greenland tidak mau Yuna bergunda hati, mereka melukis pohon itu agar Yuna merasa kembali dekat dengan asalnya. 

Para peri membentuk awan menjadi pohon besar dengan dikelilingi kabut putih dan pelangi. Yuna begitu takjub dengan kado pemberian para sahabat Greenland yang masih mau menghiburnya untuk melanjutkan tugasnya saat ini.

------------00O000-----------
༺ 27 Juli 2018 ༻

Akhirnya keinginan sang ayah tercapai, Yuna wisuda. Meskipun terlambat, tetapi setidaknya Yuna berhasil melakukannya. Sungguh berat karena proses wisuda terhambat depresi yang Yuna terima dari fitnah selama satu tahun. Terapi membaca al-Qur'an sangat membantunya. Dengan diterimanya pengalaman ini, Yuna sudah bisa membiasakan diri bila terfitnah. Sudah takdirnya merasakan ujian itu.

----------ooo----------
༺30 Juli 2018 ༻

Yuna berkomunikasi dengan iblis. Yuna berharap dia boleh mendoakan agar iblis boleh mendapat hidayah agar dia bertaubat. Tetapi iblis membalas suratnya dengan mengatakan menolak, tetapi iblis akhirnya menerima niat Yuna. Iblis pun akhirnya membocorkan rahasianya.

Sebenarnya iblis senantiasa berzikir kepada Allah, dalam dadanya terus disebutkan "Allahu Allahu Allahu Ahad", dan maka bagi manusia yang sudah mengetahui bahwa iblis sebenarnya adalah dada masing-masing maka sadarlah untuk memusuhi iblis dalam diri masing-masing.

Sesungguhnya iblis menolak sujud kepada Adam AS dengan kondisi menekuk satu lututnya ke lantai dan menundukkan kepala sambil berkata dengan lembut "Saya lebih baik dari Adam AS karena dari api sementara dia dari tanah." kepada Allah dan itu menjadikan hukuman baginya yang dia jalani dengan ikhlas. Untuk itulah iblis ditugaskan menjadi pemeran musuh Allah karena hanya iblis yang sanggup mencintai Allah dengan cara dibenci oleh Allah, tidak ada satu mahluk pun yang bisa menggantikan perannya sebagai mahluk laknatullah abadi. Iblis berhati lebih lembut dan bijaksana dibandingkan manusia , karena itu manusia tidak boleh kalah dari akidah ahlaq iblis karena sudah dikasih peran sebagai mahluk terbaik diantara segala jenis mahluk. Karena iblis pun suka berteman dengan siapa saja, orang berdosa banyak akan melihat sosoknya menyenangkan  supaya tenang hati menjalankan maksiat dan kezaliman, sementara orang berpahala banyak akan melihatnya dengan rupa yang tidak enak supaya sombong dan membanggakan diri merasa lebih baik dari iblis sehingga justru mengantarkan orang berpahala tadi masuk neraka.

----------ooo----------
༺ Agustus 2018 ༻

Setelah kematian ayahnya, Yuna setiap jum'at pagi selalu bermimpi berjumpa dengan ayahnya bila ada amanah yang harus Yuna genapi. 

Mimpi yang pertama, Yuna ke sebuah menara menunggu ayahnya diantar turun, dan di menara itu ayahnya berpesan untuk membersihkan seluruh jalan masalalu yang sudah kotor. Mencari bekal hidup di alam kubur dan beribadah untuk keperluan diri sendiri sebab setiap amalan itu ditanggung oleh pribadi masing-masing.

Mimpi yang kedua adalah, Yuna dititipi kendaraan yang ayahnya dulu sudah pakai untuk melintasi banyak tempat dan kini ditemukan dari sebuah samudera luas hingga menjadi karang. Ayah Yuna menitipkannya kepada Yuna dengan harapan kelak kendaraan itu bisa berguna.

Kemudian Yuna bermimpi belajar dengan ayahnya bahwa manusia itu harus seperti pesawat, ditali sayap dan ekornya dengan tali dari langit supaya tidak bisa jatuh ke bumi. Tanda bahwa Yuna harus mengikuti amanah ayahnya yang menginginkan supaya Yuna ikut tariqat yang sama dengannya. 

Hingga akhirnya setelah tahun 2018 terlampaui. Yuna ikut baiat tariqat pada tahun 2019 di bulan puasa Ramdhan. Kemudian Yuna bermimpi lagi bertemu ayahnya yang mengatakan bahwa seorang pelaku latifah harus menjaga kebersihan diri dan tempat tinggalnya agar tidak menghalangi cahaya makbul doa yang sedang turun dari langit.

Sekian lah cerita-cerita yang berkaitan dengan pesan yang menjadi nyata dari ayah admin 44n selaku guru utama admin 44n, pewaris persaudaraan dengan N kepada 44n, dan sebagai pria cinta pertama bagi 44n setelah ia lahir ke bumi ini.


Popular posts from this blog

Dokumentasi Diskusi Selama Terjadi Projek MONALISA dan BUTTERFLY (TSUNAMI ANYER DAN LAMPUNG 12/2018)

Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, Home, Sacralist! Kembali berjumpa dengan keluarga kami di gubuk wadah infromasi yang sederhana ini. Perlu anda ketahui bahwa grup N adalah grup experimenter! Anda akan banyak menemui chat screen capture di blog ini. Itu bukan merupakan ajang pamer tetapi anda akan menemukan berbagai kejutan didalamnya. Kita sangat membutuhkan berbagai bukti otentik jika membahas keghaiban agar tidak menjadi halusinasi. Ini bukan waham yang mana mencocokan satu kejadian dan mengaitkannya dengan kejadian di masa depan. Tetapi ini adalah usaha untuk melinierkan satu perkara ke perkara lainnya, membuktikan bahwa dimensi kejadian memiliki rumus. Allah yang maha sempurna, menciptakan manusia memiliki otak dan dengan itu manusia bisa merangkai komputer dengan rumus sistematis, maka tidak salah, Allah juga menggunakan rumus di dunia ini, untuk itu patut sebaiknya akal kita gunakan untuk berpikir, sebagai contohnya kenapa ada binatang di bumi ini. A...

Dokumentasi Diskusi Selama Project Mass Sad 2019 and Papercut Colt Harp

Assalamu alaikum wa rahmatullah wa barakatuh, Home, Sacralist! OPENING, MESSAGES FROM US FOR YOU, OUR HONORABLE READERS!!.. Selamat datang di artikel baru kami mengenai Colt Harp dan Project Mass Sad 2019.  Mohon maaf sebelumnya, kami ingin memberikan pesan kepada siapapun yang antusias dalam mendukung asosiasi kami, dimana kami pertama-tama berterima kasih kepada anda yang telah berlangganan dan mendukung gerakan asosiasi kami.. Anda boleh membagikan pesan dan informasi kami secara tertutup kepada pihak yang siap menerima kabar ini agar anda tidak merasakan siksaan fitnah setelah ini, ingat!, ini zaman fitnah المسيح دجال, kebenaran di zaman ini bukanlah hal manis yang dengan mudah akan diterima dunia sekitar anda.  Kadang anda harus menemukan beberapa teman yang sepaham dengan anda dahulu, lalu menguji artikel kami dan membuktikan apakah itu salah atau benar. Terlepas dari apapun, kita hanya bisa membagikan sebuah kabar tetapi petunjuk kebenaran dan p...

Fakta-fakta Mengenai Dreamwalker Neverland Group

    Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,     Home, Sacralist!     (Ilustrasi perdana suasana dimensi pararel grup Neverland 0 2013 sebelum berevolusi menjadi Neverland XV pada tahun 2018 ) Selamat datang di blog sederhana kami dan selamat membaca post perdana kami untuk mendapatkan informasi mengenai background kami sampai dengan perkembangan isu dari dunia pararel dan etherial. N adalah sebuah singkatan dari Neverland, yaitu sebuah asosiasi yang dikembangkan melalui asosiasi dreamwalker di seluruh dunia yang berpusat di Indonesia, tepatnya di kota Medan dibawah pengawasan MMM (Muslim Militancy Multiages). Pembentukan asosiasi ini adalah guna mengembangkan ilmu dan pengetahuan praktikal dan otentik super-natural dan quantum. Dimana kegiatan ini dimaksudkan akan dapat dimanfaatkan secara nyata oleh para lightworker baik dari kalangan pelaku lighwork beraura warna terang (lighter) maupun warna gelap (darker) dalam menyeimbangka...