Home Sacralist!
Jumpa kembali dengan kami, apa kabar teman-teman lightworker di seluruh dunia?..
Momen kali ini kita akan membahas mengenai aktifitas darah yang bereaksi akibat beberapa jenis kegiatan yang kita lakukan, khususnya saat kita melakukan pekerjaan cahaya atau light work.
Cahaya adalah kekuatan kita untuk menyembuhkan, membentengi, menahan, menangkis, menyerang dan membebaskan maupun mengikat sesuatu yang bersifat etherial. Namun tidak banyak orang yang memahami bahwa itu semua terjadi secara sangat alami dan justru menyangka bahwa energi cahaya berasal dari media atau senjata yang dikeramatkan dengan sesajian kepada syaiton. Padahal, energi cahaya selalu datang dari diri sendiri sehingga tidak perlu menggunakan azimat dan mengandalkannya sebagai pelindung diri.
Dalam sebuah artikel berjudul “Beginilah Bentuk Partikel Darah Manusia Saat Jatuh Cinta, Sedih, Takut dan Berdoa yang dipublikasikan oleh Fashion & Style pada hari Rabu tanggal 06 bulan Oktober tahun 2010, kita bisa mendapatkan banyak informasi dukungan untuk membuktikan bahwa cahaya yang sering kita keluarkan dari badan adalah hasil dari reaksi tubuh yang merespon kegiatan tertentu khususnya saat berdoa sehingga tidak perlu mengandalkan kekuatan sihir dari suatu benda, bahkan kita bisa membuat senjata dan memasukkan energi cahaya kita ke dalam sebuah benda seperti contohnya ke dalam sebilah keris.
Pada artikel berjudul di atas, terdapat sebuah penelitian yang dilakukan oleh pakar EFT untuk menunjukkan bagaimana kondisi darah manusia disaat normal, sedih, gembira, jatuh cinta dan saat berdoa. RTF sendiri adalah singkatan dari Emotional Freedom Techniques, yakni serangkaian metode yang berorientasi pada sistem energi tubuh, untuk melepaskan individu dari gangguan emosional dan fisik.
EFT bekerja berdasarkan prinsip berikut: "The cause of all negative emotions is a disruption in the body's energy system." (source : Wikipedia).
Pakar EFT yang termaksud pada artikel di atas salah satunya adalah Dr. Felicy, beliau mengambil sampel darah dari seorang pasien bernama Rebecca dan kemudian memotretnya dengan menggunakan “darkfield microscope” yang dihubungkan dengan monitor komputer. Dan tampaklah perubahan drastis pada darah Rebecca tersebut setiap kali emosinya berubah.
Berikut ini adalah foto darah seorang Rebecca sebelum dan sesudah melakukan EFT:
Poto atas : Sebelum melakukan EFT
(sel darah merah menggumpal disebabkan oleh Lectin yang didapat dari alergi ayam & alpukat)
Poto bawah : Sesudah melakukan EFT
(sel darah merah menjadi normal kembali)
Kemudian Rebecca melakukan EFT lagi dan mengundang emosi “sedih” dengan cara memikirkan saat-saat sedih sampai dia menangis, lalu sang pakar EFT dan Dr. Felicy mengambil sampel darahnya lagi. Dan seperti ini lah kondisi darah dari Rebecca:
Kondisi darah saat sedih ( sel darah begerak cepat dan berbentuk air mata )
Lalu, Rebecca menggunakan EFT untuk mengundang energi “cinta” untuk memasuki tubuh dan darahnya. Dan seketika darahnya kembali normal, dan sel-sel darah bergerak dengan indah dan timbul substansi yang berkilauan dalam cairan darah seperti pada layar berikut:
Kondisi darah saat merasakan cinta : (sel darah bergerak pelan dan cenderung berkumpul)
Satu kenyataan menarik pada sampel darah saat “sedih” terjadi perubahan seperti pada sampel darah saat “merasakan cinta”. Jadi walaupun darah itu sudah meninggalkan tubuh Rebecca ia tetap masih berhubungan dengan pemiliknya.
Kemudian seorang Rebecca mengundang rasa takut dan memikirkan kejadian menakutkan yang pernah ia alami. Dan sel-sel dalam darahnya bergerak tidak beraturan dengan sangat cepat (ditunjukkan pada gambar dibawah dimana terlihat sel-sel darah saling berjatuhan). Mungkin ini adalah akibat dari produksi adrenalin sebagai reaksi normal atas rasa takut:
Kemudian seorang Rebecca mengundang rasa takut dan memikirkan kejadian menakutkan yang pernah ia alami. Dan sel-sel dalam darahnya bergerak tidak beraturan dengan sangat cepat (ditunjukkan pada gambar dibawah dimana terlihat sel-sel darah saling berjatuhan). Mungkin ini adalah akibat dari produksi adrenalin sebagai reaksi normal atas rasa takut:
(Kondisi darah saat merasa takut)
Kemudian, Rebecca mecoba untuk memikirkan “sifat feminine Tuhan”. Dalam keyakinan agamanya ia sebut “divine mother”, sifat penyayang, penyantun dan pemelihara ( dalam islam disebut sifat “Jamaliah” Allah dari Arrahman dan Arrahim). Dan memohon kepada-Nya untuk menyalurkan energi feminine itu kedalam tubuh dan darahnya. Saat berdoa tersebut, Rebecca merasakan sesuatu dan kemudian mengekspresikannya dengan berkata : “Saya merasakan gelombang energi yang begitu besarnya menyelimuti diri saya, saya sampai menangis bahagia karenanya.”, begitu Rebecca tersebut menggambarkan pengalamannya.
Saat sampel darah Rebecca diambil setelah berdoa dan merasakan pengalaman religius itu, kemudian dilihatkan dibawah mikroskop yang dihubungkan dengan komputer.
Semua peneliti yang hadir di laboratorium itu seketika terdiam dan terpana karena melihat kondisi darah yang sama sekali berbeda dengan yang lain..
Cairah darahnya sangat cerah, gerakan sel darah sangat tenang seakan bergerak dengan penuh kedamaian, muncul banyak substansi yang berkilauan. Di dalam sel darah terdapat substansi yang bercahaya dan berdenyut seperti denyutan jantung mini.
(Kondisi darah saat "berdo’a" (timbul substansi putih berkilauan dan darah bergerak pelan dan sangat teratur))
Dari pengamatan hasil penelitian di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa saat tubuh kita lebih sering bercahaya maka kita akan diperlakukan secara cahaya juga oleh alam. Maksudnya yaitu kita akan terjaga dari perlakuan alam yang bernilai abnormal seperti contohnya mengalami kesurupan, tersantet, terpelet dan lain sebagainya. Kita juga akan bisa memiliki peluang untuk menghealing ataupun menyerang lebih kuat. Bagaimana hal seperti demikian bisa terjadi? Cahaya adalah energi yang ringan dan bersifat adabtif, dia bisa memudarkan, mendorong, mengikat, menguraikan, menyerap dan bahkan memusnahkan atau menghambarkan energi berat.
Apakah energi berat itu?
Pengalaman abnormal hanya bisa terjadi untuk siapapun yang memiliki dan atau menghasilkan energi berat. Energi berat adalah energi yang berasal dari kegiatan tubuh yang tertekan bendungan perasaan seperti takut, sebagaimana dicontohkan di atas bahwa takut membawa darah menjadi lebih berat dan tidak beraturan. Disamping itu ada contoh lain yang bisa membuat tubuh memproduksi energi berat, yaitu memiliki perasaan marah, jijik, mengutuk, membenci, dendam, obsesi dan lain-lain. Energi berat seperti ini sangat bertolak belakang dengan energi cahaya. Untuk itu demi menyembuhkannya, seseorang harus memulai dengan kegiatan yang menghasilkan energi seperti melakukan sembahyang, berdoa dan beribadah sebagaimana mestinya.
Alangkah bahagianya kita jika memiliki banyak energi cahaya, baik cahaya hitam maupun cahaya putih. Energi yang ringan dan membuat kita semangat untuk bekerja setiap hari. Demikianlah pembahasan kita momen ini mengenai energi cahaya yang ternyata dihasilkan akibat aktifitas darah yang berekasi terhadap efek berdoa. Semoga informasi pada artikel ini dapat dimanfaatkan seperlunya dan terima kasih sudah berpartisipasi juga mendukung asosiasi dream walker Neverland..
Sampai jumpa lagi di lain kesempatan,
Assalamu alaikum wa rahmatillah wa barakatuh,
Home, Sacralist!
44n
Apakah energi berat itu?
Pengalaman abnormal hanya bisa terjadi untuk siapapun yang memiliki dan atau menghasilkan energi berat. Energi berat adalah energi yang berasal dari kegiatan tubuh yang tertekan bendungan perasaan seperti takut, sebagaimana dicontohkan di atas bahwa takut membawa darah menjadi lebih berat dan tidak beraturan. Disamping itu ada contoh lain yang bisa membuat tubuh memproduksi energi berat, yaitu memiliki perasaan marah, jijik, mengutuk, membenci, dendam, obsesi dan lain-lain. Energi berat seperti ini sangat bertolak belakang dengan energi cahaya. Untuk itu demi menyembuhkannya, seseorang harus memulai dengan kegiatan yang menghasilkan energi seperti melakukan sembahyang, berdoa dan beribadah sebagaimana mestinya.
Alangkah bahagianya kita jika memiliki banyak energi cahaya, baik cahaya hitam maupun cahaya putih. Energi yang ringan dan membuat kita semangat untuk bekerja setiap hari. Demikianlah pembahasan kita momen ini mengenai energi cahaya yang ternyata dihasilkan akibat aktifitas darah yang berekasi terhadap efek berdoa. Semoga informasi pada artikel ini dapat dimanfaatkan seperlunya dan terima kasih sudah berpartisipasi juga mendukung asosiasi dream walker Neverland..
Sampai jumpa lagi di lain kesempatan,
Assalamu alaikum wa rahmatillah wa barakatuh,
Home, Sacralist!
44n





